Ditsamapta Polda Sumut Sigap di Tengah Banjir, Menjadi Lentera di Malam Gelap Medan

0
53

Medan, LINI NEWS – Saat deras hujan mengguyur dan banjir melumpuhkan sebagian ruas Jalan Sisingamangaraja Medan, sinar biru dari rotator Ditsamapta Polda Sumut menjadi tanda kehidupan dan harapan. Di tengah genangan air setinggi lutut, para personel sigap mengatur lalu lintas dan menuntun masyarakat agar tetap aman — membuktikan bahwa Polri bukan sekadar penegak hukum, tapi pelindung di saat gelap.

Kegiatan lapangan ini dipimpin oleh Panit 1 Siturjawali IPDA Frans Yudha Saputra Nasution, S.H., M.H. dan Panit 2 Siturjawali IPDA Widarta Yudha Samosir, S.H., dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga dini hari. Petugas disebar di Simpang Tol Amplas, Simpang Tol Tanjung Morawa, dan ruas Jalan Sisingamangaraja — tiga titik vital yang menjadi denyut lalu lintas utama Medan bagian selatan.

Tak hanya berdiri di tengah hujan, mereka turun langsung mendorong kendaraan yang mogok, mengarahkan arus, dan memberi imbauan penuh empati kepada pengendara agar menghindari jalur tergenang. Jalur alternatif melalui Tol Amplas dan Tol Tanjung Morawa disarankan untuk mengurai kepadatan.

Menjelang pukul 02.00 WIB, air berangsur surut dan arus kendaraan kembali lancar. Medan kembali berdenyut, dan Ditsamapta telah menunaikan tugasnya — dengan sepatu basah, hati hangat, dan rasa tanggung jawab yang tak pernah surut.

Kata Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri, S.H., S.I.K. — Direktur Samapta Polda Sumut:
“Kehadiran personel Samapta di tengah masyarakat adalah wujud nyata Polri hadir bukan untuk dilihat, tapi untuk dirasakan. Saat banjir datang, kami bukan hanya menjaga jalan, tapi menjaga harapan.”

Beliau menegaskan bahwa langkah cepat dan koordinasi sigap dari para personel berhasil mencegah kemacetan parah dan memastikan keselamatan warga yang melintas.

“Kami terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Kepada masyarakat, kami imbau untuk tetap waspada, patuhi arahan petugas, dan percayalah — kami selalu siap di garda terdepan,” tegas Kombes Jaladri.

Aksi Malam Itu:

  1. “Di tengah deras air, yang tak hanyut adalah tanggung jawab.”
  2. “Lampu rotator biru bukan sekadar cahaya, tapi tanda ada yang menjaga.”
  3. “Hujan bisa memadamkan api, tapi tidak semangat pengabdian.”
  4. “Ketika jalan tergenang, tekad mereka justru mengalir deras.”
  5. “Menolong di tengah banjir bukan tugas — itu panggilan hati.”
  6. “Satu langkah personel di genangan adalah seribu rasa aman bagi masyarakat.”
  7. “Air bisa surut, tapi ketulusan Samapta tak pernah reda.”

Malam itu, Ditsamapta Polda Sumut menunjukkan bahwa keberanian tidak selalu berwujud senjata — kadang cukup dengan jas hujan, senter, dan hati yang tak kenal menyerah.
Bersama masyarakat, mereka menjadi penjaga denyut kehidupan kota Medan di tengah derasnya cobaan.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini