Dari Duka Menuju Harapan: Pesan Natal Bupati Dr. JTP Hutabarat untuk Masyarakat Pangaribuan

0
92

Taput, LINI NEWS – Suasana haru sekaligus penuh pengharapan menyelimuti Perayaan Natal Oikumene Kecamatan Pangaribuan yang berlangsung di Gereja HKBP Pakpahan, Senin (08/12/2025). Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, hadir bersama Ketua TP PKK dan sejumlah pimpinan perangkat daerah untuk merayakan Natal bersama masyarakat.

Momentum Natal sebagai Penguatan di Tengah Duka

Dalam sambutannya, Bupati JTP menegaskan bahwa Natal tahun ini bukan sekadar perayaan liturgis, tetapi momen pemulihan jiwa bagi masyarakat Taput yang tengah diuji oleh musibah.

Ia mengingatkan bahwa 34 jiwa telah menjadi korban bencana alam, dan pemerintah terus bekerja menangani dampak yang ditimbulkan.

“Tuhan memberi kekuatan untuk setiap langkah kita. Tidak ada duka yang terlalu dalam ketika kita hadapi bersama,” kata Bupati.

Ajakan Bersatu dan Berkolaborasi

Bupati JTP mengajak seluruh masyarakat Pangaribuan untuk menyalakan kembali semangat kebersamaan sebagai modal utama bangkit dari keterpurukan.

Ia menekankan bahwa doa masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung langkah-langkah pemerintah yang tengah menangani pemulihan pascabencana.

“Biarlah momentum Natal ini menjadi awal kebersamaan, kolaborasi, dan kepedulian kita semua.”

Komitmen Membangun Pangaribuan

Selain pesan duka dan penguatan, JTP menyampaikan tekad pemerintah untuk mendorong kemajuan Kecamatan Pangaribuan. Ia mengajak ASN, perangkat desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kerja sama demi peningkatan kesejahteraan.

“Kita tidak hanya pulih, tetapi harus tumbuh. Pangaribuan harus maju karena masyarakatnya bersatu.”

Pesan Pragmatik Bupati

“Tidak ada badai yang abadi; yang abadi adalah keberanian kita untuk bangkit.”

“Kebersamaan adalah jembatan yang membawa kita dari kepedihan menuju pengharapan.”

“Duka mempertemukan kita, tetapi harapanlah yang menguatkan langkah kita.”

“Dalam setiap air mata, Tuhan meniupkan kekuatan untuk esok yang lebih baik.”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang saling menopang ketika satu sama lain melemah.”

“Natal bukan sekadar perayaan, tetapi kompas moral menuju kasih, empati, dan kepedulian.”

“Kita akan pulih karena kita memilih untuk bersatu, bukan untuk menyerah.”
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini