CPNS Nakes Pemasyarakatan Disetrum Etika dan Tugas Berat: Siap Jadi Garda Depan Kesehatan WBP di Sumut!

0
179

Medan, LINI NEWS – Tidak ada ruang untuk ragu ketika menyangkut nyawa dan hak asasi. Demi mempersiapkan garda terdepan pelayanan kesehatan warga binaan, seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tenaga kesehatan yang lulus seleksi Tahun Anggaran 2024 di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara mendapatkan pembekalan intensif dan pengarahan langsung dari para praktisi medis berpengalaman.

Digelar pada Selasa (8/7) di Rutan Kelas I Medan, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar orientasi biasa. Ini adalah momentum peneguhan integritas dan penguatan etos kerja para CPNS tenaga medis, yang kelak akan berhadapan langsung dengan dinamika kompleks dunia pemasyarakatan.

Medis di Balik Jeruji: Siapkah Anda Menjadi Penjaga Hak Hidup yang Terbatas?

Acara pembekalan ini dipandu oleh Suherdi, perwakilan dari Bidang Perawatan, Pengamanan, Intelijen dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sumut. Turut mendampingi, Kasubsi Adper Wisnu Jatmiko, serta narasumber utama dr. Sherly dari Klinik Rutan Kelas I Medan yang secara lugas menguliti tuntas tugas pokok, fungsi, dan kode etik profesi tenaga kesehatan di Lapas dan Rutan.

Dalam sesi materi, CPNS dibekali pemahaman menyeluruh mengenai:

SOP pelayanan kesehatan di UPT Pemasyarakatan

Prosedur skrining penyakit bagi tahanan baru

Alur pengobatan harian dan penanganan darurat medis

Mekanisme rujukan keluar (ke RSU)

Administrasi pelayanan medis yang akurat dan sesuai standar etika kedokteran

“Menjadi dokter atau perawat di Lapas bukan sekadar profesi, ini panggilan kemanusiaan dalam ruang terbatas. Kalian akan menjadi ujung tombak antara hidup dan mati para WBP,” tegas dr. Sherly dalam salah satu sesi penguatan.

Dari Teori ke Aksi: CPNS Nakes ‘Turun Langsung’ ke Medan Tugas

Yang membuat kegiatan ini berbeda, para CPNS tidak hanya disuguhi materi dalam ruang kelas. Mereka diajak turun langsung ke Klinik Lapas dan Rutan, melihat langsung proses pelayanan medis, serta terlibat dalam sesi diskusi lapangan mengenai tantangan real di balik dinding jeruji.

Para dokter senior juga berbagi pengalaman nyata menghadapi kasus-kasus gawat darurat, pasien dengan gangguan jiwa, penyakit menular, serta prosedur isolasi medis sesuai standar WHO dan Kemenkes.

Kanwil Ditjenpas Sumut Tegaskan Komitmen: Bukan Sekadar ASN, tapi Pejuang Hak Kesehatan

Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Yudi Suseno, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya peran CPNS tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan program pemasyarakatan.

“Tenaga kesehatan bukan sekadar ASN. Mereka adalah pejuang hak hidup dan kesehatan bagi WBP. Melalui pembekalan ini, saya ingin mereka siap hadir dengan empati, profesionalitas, dan integritas tinggi, untuk menjadi penggerak pelayanan kesehatan berbasis keadilan dan kemanusiaan,” ujar Yudi Suseno.j

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kanwil Ditjenpas Sumut dalam mencetak SDM unggul, tangguh, dan tahan banting, khususnya dalam sektor pelayanan dasar seperti kesehatan warga binaan.

“Di balik jeruji, nyawa tak boleh dibatasi. CPNS tenaga kesehatan adalah perpanjsngan tangan negara yang menjangkau mereka yang terpenjara, bukan hanya oleh hukum, tapi oleh luka dan penyakit.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini