Pematangsiantar, LINI NEWS – Hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar pada Selasa sore berubah menjadi teror alam. Angin kencang menumbangkan sejumlah pohon besar hingga menutup akses jalan utama, bahkan satu di antaranya menimpa rumah warga. Kota yang biasanya ramai mendadak lumpuh, dan keresahan menjalar di tengah masyarakat.
Namun di balik gelap malam dan derasnya hujan, Brimob Polda Sumut tampil sebagai cahaya harapan. Kompi 2 Batalyon B, di bawah komando AKP Laurensius Siahaan, S.H., langsung mengerahkan 10 personel yang dipimpin IPTU Rudi Syahputra Siregar, S.Sos.I. Mereka bergerak cepat, menembus badai, untuk melaksanakan operasi SAR di tiga titik rawan: Jalan Narumonda, Jalan Parsoburan, dan Jalan Laguboti, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan.
“Dalam badai, yang dibutuhkan bukan hanya keberanian, tapi juga ketulusan untuk menolong,” tegas IPTU Rudi di sela evakuasi.
Personel Brimob bersama tim BPBD berjibaku menebang batang pohon raksasa yang menutup jalan, termasuk yang menimpa rumah milik Dr. Milardi Silitonga. Meski dihadang jaringan kabel listrik yang membelit batang pohon, semangat mereka tidak surut.
“Ketika jalan tertutup pohon, jangan biarkan hati kita ikut tertutup rasa takut,” ungkap salah seorang personel yang tak kenal lelah bekerja hingga tubuhnya basah kuyup.
Proses evakuasi yang penuh risiko itu akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 22.00 WIB, akses jalan kembali terbuka, rumah warga terselamatkan, dan tidak ada korban jiwa. Suasana mencekam berganti dengan kelegaan dan rasa aman.
Warga yang menyaksikan perjuangan itu tak mampu menahan rasa haru. Mereka menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Brimob yang sigap dan tulus.
“Di saat orang lain berlari mencari perlindungan, Brimob justru datang membawa perlindungan,” ucap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Operasi ditutup dengan apel konsolidasi di Mako Kompi 2 Batalyon B, Jalan M. Noer Situmorang. Malam itu, Brimob Polda Sumut membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pasukan, melainkan garda kemanusiaan yang selalu hadir di garis depan. (Nurlince Hutabarat)




