Medan, LINI NEWS – Jelang Hari suci ini menjadi pengingat akan kemenangan dan kemuliaan Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya, ketika Ia naik ke surga di hadapan para murid-Nya. Pada Kamis, 14 Mei 2026, umat Kristiani di berbagai penjuru dunia memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus dengan penuh sukacita dan pengharapan.
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Jemaat Huria Kristen Indonesia (HKI) serta masyarakat Kota Medan atas berpulangnya Pdt. Karmen Simarangkir, S.Th, Pendeta atau gembala jemaat HKI Jl. Merpati III Perumnas Mandala Medan.
Pendeta Jemaat HKI Mandala Medan genap Usia 65 Tahun
Beliau yang Dikenang karena Kasih dan Pengabdiannya lahir pada 9 Mei 1961 di Tapanuli Utara dan telah meninggal dunia pada Minggu, 10 Mei 2026, dalam usia 65 tahun.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh jemaat yang selama ini mengenal sosoknya sebagai pendeta yang sederhana, penuh kasih, serta setia dalam pelayanan.
Semasa hidupnya, Pdt. Karmen Simarangkir dikenal sebagai pelayan Tuhan yang tekun menggembalakan jemaat dengan hati yang tulus.
Dalam setiap khotbah dan pelayanan, beliau selalu mengajarkan pentingnya Kasih, persaudaraan, pengampunan, dan hidup dalam iman kepada Tuhan.

Almarhum meninggalkan seorang isteri tercinta, Marta br. Hutabarat, lima orang anak, serta cucu-cucu yang sangat dikasihinya.
Kehangatan dan perhatian beliau sebagai kepala keluarga akan selalu menjadi kenangan indah yang tidak terlupakan.
Prosesi penghormatan terakhir dilaksanakan secara gerejawi dan adat Batak dengan penuh khidmat bersama keluarga besar, jemaat, serta para pelayan gereja yang datang memberikan doa dan dukungan.
Almarhum kemudian dikebumikan di pemakaman Simalingkar, Medan.
Firman Tuhan berkata:
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
Surat 2 Timotius 4:7
Ayat tersebut menjadi gambaran perjalanan pelayanan almarhum yang dengan setia mengabdikan hidupnya dalam pekerjaan Tuhan hingga akhir hayatnya.
Kenangan dan Teladan Kehidupan
Bagi banyak jemaat, sosok Pdt. Karmen Simarangkir bukan hanya seorang pendeta, tetapi juga seorang ayah rohani yang selalu hadir memberi penguatan bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan hidup. Senyum ramah, nasihat bijak, dan doa-doanya menjadi kenangan yang terus hidup di hati jemaat.
Kepergian beliau menjadi pengingat bahwa hidup manusia di dunia hanyalah sementara, namun kasih dan kebaikan yang ditaburkan akan tetap dikenang sepanjang masa.
Mengenang Pdt. Karmen Simarangkir, S.Th
“Pelayanan yang tulus akan selalu hidup di hati banyak orang.”
“Iman yang setia menjadi warisan terindah bagi keluarga dan jemaat.”
“Kasih seorang gembala tidak berhenti meski raganya telah tiada.”
“Hidup yang dipersembahkan bagi Tuhan akan meninggalkan terang bagi sesama.”
“Air mata perpisahan adalah bukti kasih yang mendalam.”
“Seorang pelayan Tuhan mungkin pergi, tetapi teladannya tetap hidup.”
“Damai Tuhan menyertai setiap langkah perjalanan menuju rumah Bapa di surga.”
Doa dan Penghiburan
Kiranya Tuhan memberikan kekuatan, penghiburan, dan damai sejahtera kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya isteri tercinta Marta br. Hutabarat, anak-anak, cucu-cucu, serta seluruh jemaat HKI Mandala Medan.
Selamat jalan Pdt. Karmen Simarangkir, S.Th.
Pengabdian, kasih, dan pelayananmu akan selalu dikenang.
Kita dari Redaksi LINI NEWS.COM Menyampaikan Turut Berduka buat Opung Tercinta Pdt Karmen Simarangkir STh (Op Nathania Doli) yang sedalam-dalamnya. (Salomo Simorangkir)




