Anggota DPRD Medan, Renville Napitupulu, ST: Hari Kesaktian Pancasila, Momentum Menjadi Bangsa yang Benar-Benar Berpancasila

0
68

Medan, LINI NEWS – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Renville Napitupulu ST, menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan sebuah peringatan nurani bahwa bangsa ini hanya akan tegak bila benar-benar hidup sesuai nilai Pancasila.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar teks dalam pembukaan UUD 1945 atau jargon yang diucapkan dalam pidato kenegaraan. demikian disampaikannya, Kamis 2 Oktober 2025. Pancasila adalah sistem nilai hidup yang seharusnya mewarnai perilaku pejabat, birokrasi, dan masyarakat.

“Hari ini bangsa kita membutuhkan bukan hanya hafalan sila-sila, melainkan penghayatan nyata dalam kerja, pelayanan, dan moral. Tanpa itu, kita hanya memperingati hari besar dengan wajah palsu,” tegas Renville.

Renville Napitupulu tentang Pancasila Menuturkan,

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi dasar perilaku. Tanpa perilaku, Pancasila tinggal nama.”

“Kesaktian Pancasila terletak pada keberanian bangsa ini menolak korupsi, diskriminasi, dan kemunafikan.”

“Generasi muda harus melihat Pancasila bukan sekadar hafalan di upacara, tapi kompas moral untuk melangkah.”

“Keadilan sosial tidak lahir dari teori, tetapi dari keberanian pemimpin menolak praktik kotor.”

“Hari Kesaktian Pancasila harus memacu kita, agar pejabat bermental melayani, bukan dilayani.”

“Jika Pancasila hanya diperingati tanpa dijalankan, maka kesaktiannya hanyalah legenda.”

“Bangsa ini sakti bila rakyatnya jujur, pemimpinnya bersih, dan hukumnya tegak.”

Harapan Renville untuk Bangsa

Renville menegaskan, penerapan Pancasila harus diwujudkan melalui kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, mulai dari pelayanan kesehatan yang adil, pendidikan yang merata, hingga pemberantasan narkoba yang tegas.

Ia juga menekankan bahwa Pancasila harus hidup di ruang keluarga, sekolah, kantor, dan pemerintahan, bukan hanya menjadi teks normatif.

“Kita tidak bisa lagi membiarkan Pancasila menjadi ‘hiasan’. Bangsa ini akan benar-benar berdaulat bila setiap warga dan pejabat menjadikannya napas dalam bertindak,” pungkasnya.(**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini