Tapanuli Utara, LINI NEWS – Upaya pemulihan pascalongsor di jalur utama Tarutung–Sibolga menunjukkan perkembangan signifikan. Pada Rabu, 3 Desember 2025, jajaran Kabid Humas Polda Sumut, Dir Samapta, Dir Binmas, serta Kapolres Taput turun langsung ke lokasi longsor untuk memastikan percepatan pembukaan akses berjalan efektif, terukur, dan terkoordinasi.
Monitoring Lapangan Dimulai Pukul 09.00 WIB
Tim Polda Sumut memulai peninjauan dengan menyusuri titik-titik terdampak yang sebelumnya tertutup material longsor dalam volume besar. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan:
Akses jalan kini dapat ditembus hingga Km 36–38,
Dusun III Pancur Goti, Desa Pagaran Lambung I Parsikaman, Kecamatan Adiankoting.
Beberapa titik yang sebelumnya tidak dapat dilalui kini telah terbuka berkat operasi nonstop alat berat sejak hari pertama bencana.
Perkembangan ini menandai bahwa jalur vital tersebut mulai berfungsi kembali, meski masih memerlukan pengerjaan lanjutan di beberapa titik rawan.

Medan Ekstrem, Pembersihan Dilakukan Semi-Manual
Meski alat berat terus bekerja, kondisi topografi yang curam dan tanah labil membuat sebagian proses tetap harus dilakukan secara semi-manual. Personel gabungan dari Polda Sumut, Polres Taput, relawan, dan masyarakat terlihat bekerja tanpa henti:
Menggunakan sekop, cangkul, dan peralatan sederhana
Mengangkat material tanah dan batu yang masih menghalangi badan jalan
Menyisir titik-titik kritis untuk mempercepat normalisasi jalur
Kerja manual ini menjadi pelengkap operasi alat berat demi memastikan jalur Tarutung–Sibolga dapat dibuka secepat mungkin.
Bantu Warga Bersihkan Rumah dari Material Longsor
Selain fokus pada pembersihan jalan, personel juga terlibat membantu warga yang rumahnya terdampak longsor. Puluhan rumah dipenuhi lumpur dan material tanah, memaksa warga harus melakukan pembersihan besar-besaran.

Personel Polda Sumut dan Polres Taput turun tangan:
Membersihkan lumpur dari ruang keluarga, dapur, hingga halaman
Memindahkan batu besar dan tanah yang masuk ke pekarangan
Menjamin rumah kembali layak huni dan aman dari potensi longsor susulan
Gotong-royong warga dan petugas membuat proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
Akses Tarutung–Sibolga Menjadi Prioritas Utama
Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa pembukaan jalur Tarutung–Sibolga bukan hanya soal pemulihan transportasi, tetapi menyangkut keselamatan dan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan.
“Kami pastikan seluruh upaya dilakukan secara maksimal. Membuka akses Tarutung–Sibolga berarti mempercepat bantuan bagi warga terdampak. Polda Sumut bersama seluruh unsur terkait akan terus bekerja hingga jalur ini benar-benar normal kembali,” tegasnya.
Personel Tetap Siaga di Titik Rawan
Dengan kondisi yang mulai membaik, harapan masyarakat untuk kembali beraktivitas normal semakin besar. Polda Sumut memastikan:
Seluruh personel tetap siaga 24 jam
Pemantauan dilakukan di titik-titik yang rawan longsor susulan
Percepatan pemulihan terus dilakukan hingga jalur dinyatakan aman sepenuhnya
Aksi Pemulihan di Tarutung–Sibolga
“Setiap jalan yang terbuka adalah pintu harapan bagi warga yang menunggu pertolongan.”
“Di balik tumpukan tanah, ada kerja tanpa henti yang menggerakkan kehidupan kembali.”
“Pemulihan bukan hanya tentang membuka jalan, tetapi memulihkan keberanian masyarakat.”
“Ketika alat berat berhenti, tekad manusialah yang melanjutkan pekerjaan.”
“Bencana meruntuhkan tanah, tetapi kepedulian membangunkan kekuatan.”
“Semua bahu yang terlibat adalah jembatan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak.”
“Setiap sekop tanah yang dipindahkan adalah langkah kecil menuju keselamatan bersama.”
(Salomo Simorangkit)




