Medan, LINI NEWS – Perjalanan hidup AKBP I Made Parwita adalah kisah perjuangan yang ditempa dari duka, doa, dan pengorbanan. Lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2009 sebagai perwira pertama berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda), Parwita membuktikan bahwa tekad untuk mengangkat derajat keluarga bisa melampaui segala keterbatasan.
Lahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Parwita harus menelan pahit kehilangan ayahnya, almarhum I Made Wirta, sebelum sempat mendaftar Akpol. Beban itu ditanggung sang ibu, almarhum Ni Ketut Suarti, seorang pedagang kerajinan Bali yang sekaligus menjadi single parent. Dari jerih payah berdagang, sang ibu mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menopang cita-cita anaknya.
“Doa seorang ibu adalah kompas hidup yang tidak pernah salah arah,” ucap Parwita penuh haru, Kamis (4/9/2025).
Di bangku akademi, Parwita membuktikan diri. Ia dipercaya menjadi Komandan Pasukan Korps Bali sejak tingkat satu hingga tiga. “Itu semua berkat doa dan perjuangan ibu saya, termasuk saudara kandung saya. Apalagi ibu saya, seorang pedagang dan single parent, tetap teguh mendukung hingga saya lulus,” ujarnya.
Seiring perjalanan karier, Parwita pernah bertugas di Polda Jawa Timur, kemudian usai menamatkan pendidikan PTIK ia dimutasi ke Polda Gorontalo. Setelah menyelesaikan sekolah Sespimmen, ia kini menyandang pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan dipercaya menjabat Kasat Lantas Polrestabes Medan sejak enam bulan terakhir.
Berbagai capaian pun berhasil ditorehkan, salah satunya pengungkapan sindikat pembuat SIM palsu. Ia juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk menekan kepadatan di inti kota Medan.
“Hidup tidak menunggu keadaan sempurna, tetapi menjemput peluang dengan keberanian,” ungkapnya tegas.
Dengan karier yang terus menanjak, Parwita tidak pernah lupa akar perjuangannya. Ia menegaskan bahwa setiap langkah pengabdiannya adalah bentuk penghormatan bagi pengorbanan ibunda tercinta.
“Mengabdi pada negara adalah jalan mulia, tetapi mengangkat derajat keluarga adalah kemenangan sejati,” pungkasnya.(Nurlince Hutabarat)




