Ketua DPRD Medan Drs Wong Chun Sen MPd.B Terima Aspirasi Cipayung Plus, Mahasiswa Soroti Program MBG hingga Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi

0
4

Medan, LINI NEWS – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., menerima audiensi sekaligus aspirasi dari kelompok Cipayung Plus Kota Medan yang terdiri atas sejumlah organisasi mahasiswa dalam sebuah forum dialog yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Lantai III Gedung DPRD Kota Medan, Senin (22/6/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajuddin Sagala, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Robi Barus, serta Staf Ahli Ketua DPRD Medan Zainuddin Lubis.

Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus di antaranya GMNI, IMM, KAHMI, PMKRI, GMKI, PMII, HIMMA, dan KAMMI. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka dalam menyampaikan berbagai pandangan dan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan strategis nasional.

DPRD Medan Tegaskan Komitmen Menjadi Ruang Aspirasi

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen menegaskan bahwa DPRD terbuka terhadap berbagai masukan, kritik, dan gagasan dari kalangan mahasiswa sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian penting dalam memperkuat proses demokrasi dan menjadi bahan pertimbangan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan serta penyampaian rekomendasi kepada pihak terkait.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Apapun yang menjadi masukan, kritik maupun usulan akan kami tampung dan menjadi bahan pertimbangan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan,” ujar Wong.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD memiliki posisi sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah sehingga setiap aspirasi yang masuk akan diteruskan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Apapun yang menjadi masukan, kritik maupun usulan akan kami tampung dan menjadi bahan pertimbangan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan,” ujar Wong.

Cipayung Plus Soroti Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam penyampaian aspirasi, perwakilan Cipayung Plus sekaligus Ketua KAMMI Kota Medan, Amin Siregar, mengangkat sejumlah catatan kritis terhadap pelaksanaan program strategis nasional.

Salah satu perhatian utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, tujuan program untuk meningkatkan kualitas gizi dan menekan angka stunting perlu dibarengi evaluasi terhadap sasaran serta efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Amin menilai bahwa pencegahan stunting seharusnya lebih fokus pada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak sebagai fase paling menentukan terhadap pertumbuhan dan perkembangan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sistem pendataan yang akurat serta tata kelola anggaran yang transparan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Mahasiswa Dorong Evaluasi Program Koperasi Desa Merah Putih

Selain MBG, forum tersebut juga menyoroti Program Koperasi Desa Merah Putih. Mahasiswa meminta agar pemerintah melakukan kajian yang lebih menyeluruh sehingga implementasi program benar-benar memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Menurut mereka, setiap kebijakan publik perlu mempertimbangkan keberlanjutan program serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Berpotensi Berdampak Luas

Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah kenaikan harga BBM non-subsidi.

Cipayung Plus menilai bahwa meskipun bersifat non-subsidi, perubahan harga tetap berpotensi memengaruhi biaya transportasi dan distribusi yang akhirnya berdampak pada harga kebutuhan masyarakat.

Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi sebelum menetapkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

DPRD Medan Siap Menindaklanjuti Aspirasi

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua DPRD Kota Medan menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap isu kebangsaan dan pembangunan.

Seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut, menurutnya, akan menjadi bagian dari perhatian DPRD dalam menjalankan tugas kelembagaan dan fungsi pengawasan.

“Kami mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa. Semua masukan yang disampaikan hari ini akan kami tampung dan menjadi bagian dari perhatian DPRD Kota Medan dalam menjalankan tugas serta fungsi kelembagaan,” pungkasnya.

“Aspirasi yang disampaikan dengan dialog akan melahirkan solusi yang bermartabat.”

“Mahasiswa adalah suara kritis yang menjaga arah pembangunan tetap berpihak kepada rakyat.”

“Kebijakan yang baik lahir dari keterbukaan mendengar.”

“Demokrasi tumbuh ketika ruang dialog tetap terbuka.”

“Kritik yang membangun adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan.”

“Kebijakan publik yang tepat dimulai dari data yang akurat dan keberpihakan yang jelas.”

“Sinergi antara masyarakat, mahasiswa, dan lembaga negara menjadi fondasi kemajuan daerah.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini