Simalungun, LINI NEWS – Wujud Kepedulian Nyata untuk Masyarakat, Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Simalungun melaksanakan Program Polri Bedah Rumah di Jalan Asahan, Nagori Pantoan Maju, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).
Program sosial yang dipimpin langsung oleh Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang ini menjadi bentuk pengabdian Polri melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Penerima Bantuan: Nenek Rosmalina, 76 Tahun
Penerima manfaat program adalah Ibu Rosmalina Br. Sipayung (76), warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak huni.
Bantuan renovasi rumah tersebut menjadi titik awal hadirnya tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi beliau.
Kehadiran Berbagai Unsur Pemerintahan
Kegiatan dihadiri oleh:
Wakapolres Simalungun dan jajaran pejabat utama Polres
Anggota DPRD Dapil II Kabupaten Simalungun
Camat Siantar
Dinas Perumahan dan Permukiman
Pemerintah nagori dan perangkat wilayah setempat
Makna Program Bedah Rumah

Kapolres menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari semangat “Polri Untuk Masyarakat”, karena kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan solusi sosial bagi warga yang membutuhkan.
Peletakan batu pertama dilakukan sebagai simbol dimulainya renovasi sekaligus menjadi tanda hadirnya harapan baru bagi penerima bantuan.
Respons Penerima dan Harapan Bersama
Ibu Rosmalina menyampaikan rasa syukur dan haru atas bantuan yang diterima.
Program ini dinilai menjadi berkah yang membawa perubahan besar dalam kehidupannya.
Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi dan berharap sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung.
Kepedulian yang nyata selalu dimulai dari tindakan, bukan sekadar kata.
Rumah yang layak adalah awal lahirnya harapan baru.
Pengabdian terbaik adalah menghadirkan manfaat bagi sesama.
Kebaikan yang dibangun bersama akan bertahan lebih lama.
Setiap bantuan yang tulus mampu menguatkan kehidupan seseorang.
Kehadiran untuk membantu adalah bentuk kemanusiaan yang paling sederhana.
Gotong royong dan kepedulian menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat.
(Nurlince Hutabarat)




