Tia Ayu Anggraini Tegaskan Hardiknas 2026 Harus Jadi Aksi Nyata: Pendidikan Tak Boleh Terhenti Karena Kemiskinan

0
19

Medan, LINI NEWS – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Medan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, yang mendorong agar Hardiknas dijadikan titik tolak kebijakan konkret.

Hardiknas sebagai Momentum Evaluasi dan Aksi Nyata

Menurut Tia Ayu Anggraini, pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, peringatan Hardiknas harus mampu melahirkan langkah-langkah strategis yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.

“Momentum ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada kebijakan nyata yang memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa masih adanya anak putus sekolah menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan secara kolaboratif.

Komitmen Pemko Medan Perlu Dukungan Nyata

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Pemerintah Kota Medan terus menunjukkan komitmen bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga.

Kebijakan tersebut, menurut Tia, perlu diperkuat dengan dukungan legislatif agar implementasinya berjalan optimal dan tepat sasaran.

Program Tebus Ijazah Jadi Solusi Strategis

Salah satu program unggulan yang mendapat apresiasi dari Tia Ayu Anggraini adalah program tebus ijazah.

Program ini dinilai menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang terkendala secara ekonomi sehingga ijazah mereka tertahan di sekolah.

Program ini telah membantu ratusan warga mendapatkan kembali dokumen pendidikan mereka, membuka peluang untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja.

“Banyak masyarakat yang sebelumnya kehilangan kesempatan hanya karena ijazah tertahan. Program ini menjawab persoalan nyata di lapangan,” jelasnya.

Dorongan Perluasan dan Sosialisasi Program

Sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan, Tia juga mendorong agar program tebus ijazah diperluas cakupannya dan disosialisasikan secara masif.

Hal ini penting agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memanfaatkan program tersebut.
Ia menilai, keberhasilan program ini harus menjadi pijakan untuk menghadirkan inovasi kebijakan lain yang berpihak pada akses pendidikan.

Pentingnya Sinergi Legislatif dan Eksekutif

Tia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi kuat antara DPRD dan Pemerintah Kota Medan untuk menghadirkan kebijakan yang berkeadilan.

Dengan kolaborasi yang solid, ia optimistis cita-cita menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan tanpa diskriminasi dapat terwujud di Kota Medan.

Harapan Besar untuk Masa Depan Pendidikan

Peringatan Hardiknas 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh pemangku kepentingan untuk lebih serius dalam memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang kehilangan hak pendidikannya.

Refleksi Pendidikan dari Tia Ayu Anggraini

“Pendidikan bukan pilihan, melainkan hak yang harus dijamin negara.”

“Tidak boleh ada mimpi yang terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi.”

“Hardiknas adalah pengingat bahwa masih ada yang harus diperjuangkan.”

“Ijazah bukan sekadar kertas, tetapi kunci masa depan.”

“Kolaborasi adalah jalan terbaik menghadirkan keadilan pendidikan.”

“Kebijakan yang baik adalah yang benar-benar dirasakan rakyat.”

“Masa depan daerah ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini.”

Ketegasan Anggota Komisi II DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini, dalam mendorong kebijakan pendidikan yang inklusif menjadi cerminan bahwa perjuangan menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan masih terus berlanjut.

Hardiknas 2026 pun diharapkan menjadi langkah nyata menuju perubahan yang lebih baik. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini