Rajut Sinergitas di Bulan Ramadhan, Ketua DPRD Medan Drs Wong Chun Sen MPd.B Silaturahmi dengan Cipayung Plus: Mahasiswa Tetap Garda Moral Demokrasi

0
93

Medan, LINI NEWS – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, untuk memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan kalangan mahasiswa.

Melalui kegiatan silaturahmi bersama organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara lembaga legislatif dan kekuatan intelektual muda.

Kegiatan berlangsung pada Senin (16/3/2026) di Kopi Ketua, Jalan Prof. H. M. Yamin No.143, Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadhan, tetapi juga wadah pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan sosial, dinamika pembangunan daerah, serta posisi strategis mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi dan keadilan sosial.

Ruang Silaturahmi dan Dialog Intelektual

Sejumlah organisasi mahasiswa yang selama ini aktif dalam dinamika gerakan mahasiswa di Kota Medan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus antara lain

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI),

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI),

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI),

Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH),

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Kehadiran berbagai organisasi mahasiswa lintas ideologi ini menunjukkan bahwa ruang dialog antara mahasiswa dan lembaga legislatif tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi di daerah.

Ramadhan sebagai Momentum Memperkuat Persaudaraan

Melalui staf ahlinya, Zainuddin Lubis, Ketua DPRD Kota Medan menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat nilai persaudaraan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan lembaga pemerintahan.

Menurutnya, pembangunan daerah yang berkeadilan tidak dapat dilepaskan dari peran aktif mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan intelektual sekaligus penjaga moral demokrasi.

“Mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses demokrasi. Kehadiran mereka sebagai kontrol sosial sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Zainuddin Lubis.

Mahasiswa Tegaskan Peran Kontrol Sosial

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Cipayung Plus Kota Medan juga menyampaikan pandangan bahwa mahasiswa akan terus menjaga independensi gerakan serta mempertahankan perannya sebagai kekuatan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.

Mereka menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh kehilangan daya kritisnya terhadap berbagai persoalan publik.

Menurut mereka, Ramadhan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga menjadi ruang refleksi sosial untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Membangun Komunikasi Terbuka dengan Pembuat Kebijakan

“Mahasiswa adalah suara nurani bangsa; ketika mereka bersuara, demokrasi sedang menjaga dirinya.”

“Silaturahmi bukan sekadar bertemu, tetapi membuka pintu lahirnya gagasan perubahan.”

“Kekuasaan yang kuat adalah kekuasaan yang bersedia mendengar kritik dari kampus.”

“Mahasiswa kritis adalah penjaga arah perjalanan demokrasi.”

“Kebijakan publik yang adil lahir dari dialog yang jujur antara rakyat dan penguasa.”

“Ramadhan mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati adalah melayani, bukan dilayani.”

“Sinergi antara mahasiswa dan negara adalah fondasi lahirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.”

Melalui semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, silaturahmi antara DPRD Kota Medan dan Cipayung Plus diharapkan mampu memperkuat hubungan antara lembaga legislatif dan kalangan mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa.

Lebih jauh, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kokoh demi mendorong kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan rakyat, sekaligus memperkuat nilai persatuan, keadilan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pertemuan tersebut juga menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan para pemangku kebijakan daerah.

Melalui dialog yang konstruktif, berbagai aspirasi masyarakat diharapkan dapat disampaikan secara langsung kepada lembaga legislatif sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembuatan kebijakan publik.
Silaturahmi ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara DPRD Kota Medan dan kalangan mahasiswa dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini