Medan, LINI NEWS – Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan Ahmad Affandi Harahap meminta Pemerintah Kota Medan memastikan program pasar murah menjelang Ramadan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
Permintaan ini disampaikan menyusul meningkatnya harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa pekan terakhir jelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Sejumlah dewan menilai, setiap tahun pasar murah selalu menjadi program andalan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Namun, tanpa pengawasan yang ketat dan data penerima yang akurat, program tersebut berpotensi tidak efektif.
“Kami tidak ingin pasar murah hanya menjadi seremoni tahunan. Harus ada pendataan yang jelas dan distribusi yang adil,” ujarya dari F Demokrat.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan pasar murah tidak terpusat di titik-titik tertentu saja, melainkan menyasar wilayah padat penduduk dan kawasan pinggiran kota yang rentan terdampak lonjakan harga.
Selain itu, koordinasi lintas OPD diminta diperkuat agar stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur tersedia dalam jumlah cukup selama Ramadan.
Ahmad Harahap juga meminta pengawasan terhadap potensi permainan harga oleh oknum distributor.
“Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari ketidakadilan.”
“Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang dirasakan, bukan sekadar diumumkan.”
“Jika pasar murah salah sasaran, maka yang murah hanya janji, bukan harga.”
Ahmad Harahap menegaskan bahwa program pasar murah harus berbasis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) agar benar-benar menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah.
Evaluasi pelaksanaan Tahun sebelumnya juga diminta menjadi bahan perbaikan agar tidak terjadi antrean panjang dan pembelian berulang oleh pihak yang tidak berhak.
Dengan pengawasan yang ketat dan komitmen bersama, DPRD berharap Ramadan tahun ini dapat dijalani masyarakat dengan lebih tenang, tanpa dibayangi lonjakan harga yang memberatkan. (Nurlince Hutabarat)




