Medan, LINI NEWS – Menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan menunjukkan komitmen sosialnya melalui kegiatan gotong royong membersihkan Masjid Al-Mukarromah yang berlokasi di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, Rabu (18/02/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan simbol kepedulian dan penguatan nilai kebersamaan antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat sekitar.
Kegiatan Terstruktur dan Menyeluruh
Gotong royong diikuti oleh jajaran petugas Rutan Kelas I Medan dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh meliputi:
Ruang utama ibadah
Tempat wudhu
Kamar mandi
Halaman masjid
Area lingkungan sekitar
Seluruh elemen dibersihkan secara detail guna menciptakan suasana yang higienis, nyaman, serta mendukung kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Pernyataan Kepala Rutan
Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk sinergi sosial yang harus terus dijaga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar sekaligus menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa membangun hubungan harmonis antara institusi negara dan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang tidak terpisahkan dari tugas pemasyarakatan.
Apresiasi dan Harapan Masyarakat
Masyarakat sekitar Masjid Al-Mukarromah menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Rutan Kelas I Medan. Mereka berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai wujud nyata sinergi dan kebersamaan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan masjid dapat menjadi tempat ibadah yang lebih nyaman, bersih, dan membawa ketenangan bagi jamaah selama Bulan Suci Ramadhan.
Menyambut Ramadhan
“Kebersihan bukan sekadar membersihkan lantai, tetapi menyucikan niat dan memperindah pengabdian.”
“Ramadhan mengajarkan bahwa kebersamaan adalah ibadah yang tak terlihat namun terasa.”
“Mengabdi dengan tulus adalah cahaya yang menerangi lebih dari sekadar bangunan, tetapi juga hati manusia.”
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat Ramadhan tidak hanya hadir dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam aksi nyata membangun kepedulian dan mempererat tali persaudaraan antara lembaga negara dan masyarakat.
(Nurlince Hutabarat)




