Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 Masehi dan Bertepatan dengan Hari Valentine : Ketua DPRD Medan: Kasih Sayang untuk Generasi Masa Depan

0
81

Medan, LINI NEWS – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang sarat makna kebersamaan dan harapan baru, sekaligus bertepatan dengan Hari Valentin yang identik dengan kasih sayang.

Nilai kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, Sabtu (14/2/2026), ia turun langsung ke tengah masyarakat, mengunjungi sejumlah balita penderita stunting dan anak-anak dengan kondisi kesehatan khusus sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran langsung seorang pemimpin di tengah keluarga yang berjuang menghadapi keterbatasan menjadi simbol bahwa perhatian negara dapat hadir dalam bentuk yang paling sederhana: empati, sentuhan kemanusiaan, dan dukungan nyata.

Kunjungan Pertama: Harapan untuk Jehan Arisa Pakpahan

Perjalanan sosial dimulai dari kediaman Jehan Arisa Pakpahan (5) di Jalan Mustapa Gang 7, Lingkungan XI dan XII, Kelurahan PBD I, Kecamatan Medan Timur.

Kondisi Jehan masih memprihatinkan. Sang ibu, Siska Melfi Putri, mengungkapkan bahwa putrinya masih harus bolak-balik menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena perkembangan kesehatannya belum menunjukkan perubahan signifikan.

Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan susu dan vitamin yang diberikan diharapkan dapat menjadi penguat nutrisi sekaligus penyemangat bagi keluarga.

Wong Chun Sen menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga investasi moral bagi masa depan kota.

Kunjungan Kedua: Senyum di Rumah Adriel Delano Siagian

Perjalanan dilanjutkan ke rumah Adriel Delano Siagian (5) di Jalan Gurila, Kecamatan Medan Perjuangan.

Berbeda dari kunjungan sebelumnya, kondisi Adriel terlihat membaik. Perubahan positif ini membawa harapan baru bagi keluarga.

Dalam suasana hangat, bantuan berupa susu, vitamin, dan beras diserahkan langsung kepada orang tua Adriel.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa dukungan berkelanjutan mampu memberi dampak nyata bagi proses pemulihan anak-anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang.

Kunjungan Ketiga: Keteguhan Asyifa Amelia

Rombongan kemudian menuju kediaman Asyifa Amelia (13 tahun) di Jalan Pimpinan Gang Langgar, Sei Kera, Medan Perjuangan.

Asyifa menderita hidrosefalus, kondisi medis yang membuatnya harus lebih banyak terbaring dan bergantung pada bantuan orang tua.

Melihat kondisi Asyifa yang belum banyak berubah, Wong Chun Sen menyampaikan perhatian mendalam dan memberikan bantuan susu, vitamin, serta pampers.

Di balik keterbatasan fisik Asyifa, tersimpan ketabahan keluarga yang terus merawat dengan cinta tanpa batas.

Kunjungan Terakhir: Harapan dari Rumah Afia Indira Putri

Kunjungan ditutup di rumah Afia Indira Putri (5) di Jalan Pertiwi Gang Kesuma No.10, kawasan Medan Tembung. Nenek Afia yang sehari-hari merawat cucunya menyampaikan kabar menggembirakan: kondisi kesehatan Afia menunjukkan perkembangan yang semakin baik.
Kabar tersebut menghadirkan suasana optimistis.

Di tengah tantangan, secercah perubahan kecil menjadi bukti bahwa perhatian yang konsisten dapat membawa harapan besar.

Makna Kemanusiaan Menjelang Imlek dan Hari Kasih Sayang
Rangkaian kunjungan ini menghadirkan pesan kuat bahwa semangat Imlek bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang berbagi rezeki, memperkuat solidaritas, dan memanusiakan sesama.

Bersamaan dengan Hari Valentin, nilai kasih sayang diterjemahkan dalam tindakan nyata — mendekatkan pemimpin kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Bagi keluarga para anak-anak ini, kehadiran langsung seorang pejabat publik memberi dorongan moral bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendiri.

Harapan Menjelang Imlek 2577 Kongzili

Kasih sayang yang tulus bukan diucapkan, tetapi dihadirkan lewat tindakan nyata.

Anak-anak adalah cermin masa depan; merawat mereka berarti merawat harapan bangsa.
Di balik senyuman seorang balita, ada perjuangan panjang sebuah keluarga yang layak dihargai.
Imlek mengajarkan bahwa keberuntungan terbaik adalah ketika kita mampu berbagi.
Pemimpin sejati hadir bukan hanya saat pesta, tetapi juga saat rakyat sedang berjuang.

Kasih bukan sekadar perasaan, melainkan keberanian untuk peduli.
Setiap bantuan kecil bisa menjadi cahaya besar bagi mereka yang sedang gelap jalannya.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini