Medan, LINI NEWS – Komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kembali ditegaskan Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H. melalui perwakilannya, Kanit Binmas Ipda Freddy, dalam Dialog Interaktif di RRI Medan, Rabu (11/2/2026).
Kehadiran Ipda Freddy sebagai narasumber bukan sekadar formalitas, melainkan representasi dari kepemimpinan Kapolsek yang menekankan pendekatan humanis, responsif, dan tegas dalam menjaga wilayah hukum Tanjung Morawa.
Peran Sentral Polri:
Terpadu dan Berlapis
Dalam pemaparannya, Ipda Freddy menegaskan bahwa Polri memiliki tiga tugas pokok utama, yakni:
Menegakkan hukum,
Memelihara kamtibmas, dan
Memberikan perlindungan,
pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.
Seluruh fungsi di Polsek Tanjung Morawa, lanjutnya, bekerja secara terpadu melalui pendekatan:
Pre-emtif (pencegahan dini melalui edukasi dan pembinaan),
Preventif (patroli dan pengawasan wilayah), serta
Represif (penindakan tegas sesuai prosedur hukum).
Langkah ini menjadi strategi berlapis untuk menekan angka kriminalitas sekaligus memperkuat rasa aman masyarakat.
Patroli Intensif dan Sinergi Tiga Pilar
Sebagai implementasi arahan Kapolsek AKP Jonni H. Damanik, patroli rutin digelar pada jam-jam rawan berdasarkan peta kring serse.
Patroli dilakukan dengan:
Kendaraan roda dua dan roda empat,
Penyambangan pos kamling,
Penguatan koordinasi bersama TNI dan pemerintah setempat (Tiga Pilar).
Selain itu, kegiatan Jumat Curhat dan Minggu Kasih terus digencarkan sebagai wadah aspirasi dan komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat.
“Patroli kami laksanakan pagi, siang, malam hingga dini hari, dengan memprioritaskan wilayah rawan sebagai langkah pencegahan,” tegas Ipda Freddy.
Peran Strategis Bhabinkamtibmas
Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak stabilitas wilayah melalui:
Sambang desa,
Door to Door System (DDS),
Edukasi bahaya narkoba,
Pencegahan kenakalan remaja dan geng motor.
Pendekatan personal ini dinilai efektif membangun kepercayaan publik sekaligus mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Respons Cepat Hadapi Begal, Pencurian, dan Geng Motor
Menanggapi maraknya tindak pidana seperti pencurian, begal, dan geng motor, Polsek Tanjung Morawa menegaskan komitmen respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat.
Setiap informasi yang masuk langsung ditindaklanjuti ke lapangan.
Kecepatan bertindak menjadi prinsip utama dalam memastikan keamanan tidak sekadar slogan, tetapi nyata dirasakan warga.
Layanan 1×24 Jam Tanpa Biaya
Dalam aspek pelayanan publik, Polsek Tanjung Morawa membuka layanan selama 24 jam penuh.
Laporan polisi
Surat kehilangan
Semua layanan tersebut tidak dipungut biaya.
“Kami siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan. Setiap laporan langsung kami tindak lanjuti,” ujar Ipda Freddy.
Untuk mendukung transparansi dan kecepatan respons, Polsek juga memanfaatkan media sosial seperti:
Facebook
TikTok
WhatsApp Pengaduan
Langkah ini menjadi bentuk adaptasi pelayanan publik di era digital.
Perang Melawan Narkoba:
Edukasi dan Penindakan Tegas
Terkait pemberantasan narkoba, seluruh unit fungsi bergerak serentak:
Unit Binmas melakukan penyuluhan dan sosialisasi,
Unit Reskrim melakukan penindakan tegas sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Peran serta masyarakat sangat penting. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pemberantasan narkoba tidak akan maksimal,” tambah Ipda Freddy.
Komunikasi Publik yang Semakin Erat
Melalui dialog interaktif di RRI Medan, Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H. menunjukkan bahwa keamanan wilayah bukan hanya soal penindakan, tetapi juga membangun komunikasi dan kepercayaan publik.
Polsek Tanjung Morawa berharap sinergi dengan masyarakat terus terjalin erat, sehingga upaya meminimalisir kriminalitas dapat berjalan efektif dan menciptakan situasi yang aman, tertib, serta kondusif di seluruh wilayah hukum Tanjung Morawa.
“Keamanan bukan sekadar tugas, tetapi komitmen yang hidup di setiap langkah pengabdian.”
“Respons cepat adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyatnya.”
“Sinergi aparat dan masyarakat adalah benteng terkuat melawan kejahatan.”
Karena pada akhirnya, keamanan adalah hasil kerja bersama—antara aparat yang sigap dan masyarakat yang peduli.
(Nurlince Hutabarat)




