Medan, LINI NEWS – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjen PAS Sumut) menggelar Ibadah Natal dan Doa Bersama sebagai wujud solidaritas dan kepedulian kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di berbagai wilayah Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan secara khidmat di Gereja Oikumene Lapas Kelas I Medan, Kamis (11/12/2025).
Ibadah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan penghayatan iman, dihadiri oleh para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Utara serta pegawai Kanwil Ditjen PAS Sumut yang beragama Kristen.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumut diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan, Hamdi Hasibuan, yang mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga penyaluran bantuan sosial.

Natal sebagai Ruang Refleksi dan Penguatan Nilai Pengabdian
Dalam sambutannya, Hamdi Hasibuan menegaskan bahwa momentum Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai ruang refleksi batin untuk memperkuat komitmen pelayanan publik.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memperkokoh kolaborasi dan memperkuat semangat kerja seluruh jajaran Kanwil Pemasyarakatan Sumatera Utara. Tantangan ke depan menuntut kita untuk semakin adaptif, responsif, dan profesional dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ujar Hamdi.
Ibadah ini juga menjadi wadah doa bersama untuk memohon perlindungan, pemulihan, serta kekuatan bagi masyarakat yang terdampak banjir, sekaligus bagi seluruh aparatur pemasyarakatan agar tetap teguh dalam pengabdian.

Doa yang Menjadi Aksi Nyata
Sebagai bentuk konkret kepedulian sosial, kegiatan Natal tersebut dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada pegawai serta masyarakat sekitar yang terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi penguat moral bagi para penerima untuk bangkit dari kondisi sulit.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, hangat, dan sarat rasa syukur. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi berkelanjutan dalam memperkuat pelayanan, solidaritas, dan nilai kemanusiaan di lingkungan Pemasyarakatan Sumatera Utara.
Natal bukan sekadar cahaya lilin, melainkan terang nurani yang menggerakkan kepedulian.
Doa yang tulus akan selalu menemukan jalannya menjadi aksi nyata.
Pelayanan yang bermakna lahir dari hati yang peduli.
Solidaritas adalah bahasa iman yang paling jujur.
Ketika negara hadir dengan empati, harapan tumbuh kembali.
Bencana boleh melanda, tetapi kemanusiaan tidak boleh runtuh.
Natal mengajarkan: berbagi adalah bentuk iman tertinggi.
Pengabdian sejati diuji saat masyarakat berada dalam kesulitan.
Kepedulian kecil dapat menjadi harapan besar bagi sesama.
Dalam doa yang dipanjatkan bersama, persatuan menemukan kekuatannya.
(Nurlince Hutabarat)




