72 Tahun Mengabdi dalam Sunyi: Bidlabfor Polda Sumut Teguhkan Labfor Presisi lewat Donor Darah dan Bakti Sosial

0
136

Medan, LINI NEWS – Laboratorium Forensik (Labfor) Polri genap berusia 72 tahun pada 15 Januari 2026. Momentum bersejarah ini diperingati dengan penuh makna oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sumatera Utara, dengan mengusung tema besar “Labfor Presisi, Penegakan Hukum Berkeadilan.”

Peringatan HUT ke-72 Labfor Polri tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan dimaknai sebagai ruang refleksi dan penguatan komitmen terhadap penegakan hukum yang profesional, objektif, ilmiah, dan menjunjung tinggi nilai keadilan, sejalan dengan prinsip Scientific Crime Investigation.

Apresiasi 72 Tahun Pengabdian Ilmiah
Pelaksana Tugas (Plt) Kabidlabfor Polda Sumut, AKBP apt. Debora M. Hutagaol, S.Si., M.Farm., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi mendalam atas perjalanan panjang Labfor Polri yang telah menjadi tulang punggung pembuktian ilmiah dalam proses penegakan hukum di Indonesia.

Menurutnya, selama lebih dari tujuh dekade, Labfor Polri telah berperan strategis dalam menghadirkan kebenaran berbasis ilmu pengetahuan, memastikan hukum ditegakkan bukan atas asumsi, melainkan atas fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Ilmu forensik adalah suara kebenaran yang berbicara ketika prasangka harus dihentikan,” ujar AKBP Debora, menegaskan esensi peran Labfor dalam sistem peradilan pidana.

Bakti Sosial dan Donor Darah: Wajah Humanis Labfor Polri
Sebagai wujud rasa syukur atas pengabdian tersebut, Bidlabfor Polda Sumut menggelar kegiatan bakti sosial dan donor darah yang melibatkan seluruh personel.

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa di balik kerja teknis dan analisis ilmiah, Labfor Polri tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

“Melalui donor darah, kami menyadari bahwa setiap tetes darah yang diberikan bukan sekadar bantuan medis, melainkan harapan hidup bagi sesama. Ini adalah bentuk kepedulian nyata kami terhadap kemanusiaan,” ungkap AKBP Debora.

Kegiatan bakti sosial pun dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Labfor tidak hanya dirasakan di ruang laboratorium, tetapi juga di tengah kehidupan sosial.

“Keadilan sejati tidak hanya lahir dari hasil laboratorium, tetapi juga dari empati terhadap penderitaan manusia,” tambahnya.

Integritas, Presisi, dan Kemanusiaan
AKBP Debora menegaskan bahwa integritas dan nilai kemanusiaan merupakan fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas Labfor Polri. Prinsip presisi, objektivitas, dan akurasi ilmiah harus selalu bermuara pada perlindungan hak asasi manusia dan rasa keadilan publik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-72 Labfor Polri.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi ladang amal, memperkuat solidaritas internal, serta semakin mendekatkan Polri di hati masyarakat,” tuturnya.

Peringatan HUT ke-72 Labfor Polri di Sumatera Utara pun ditutup dengan pesan penuh makna:

“Satu tetes darah, seribu harapan. Satu langkah kepedulian, sejuta kebaikan.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini