20 Tahun Hidup dengan Atap Bocor, Rumah Jaipah Akhirnya Layak Huni Berkat Program RTLH Pemko Medan

0
4

Medan, LINI NEWS – Penantian panjang akhirnya berbuah kebahagiaan bagi Jaipah, warga Jalan Bunga Sakura, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Selama lebih dari dua dekade, ia bersama keluarga harus bertahan di rumah yang kondisinya memprihatinkan, dengan atap dan dinding yang bocor sehingga setiap hujan turun mereka harus menyiapkan baskom untuk menampung air yang merembes.

Perbaikan rumah selama ini hanya dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi keluarga. Jika memiliki uang, Jaipah membeli satu lembar seng untuk mengganti atap yang rusak. Dinding rumah yang bocor pun ditutup seadanya menggunakan lembaran seng agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

Kini, kondisi tersebut tinggal kenangan. Rumah Jaipah telah direhabilitasi melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Medan, sehingga menjadi lebih kokoh, aman, dan nyaman untuk ditempati.

Kebahagiaan Jaipah terlihat saat rumahnya dikunjungi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, Rabu (5/8/2026), dalam rangka meninjau hasil rehabilitasi rumah warga penerima manfaat program RTLH.

Dengan wajah penuh syukur, Jaipah menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan atas bantuan yang diterimanya.

“Kami mengucapkan terima kasih ya, Pak Wali. Selama ada rumah kami ini enak, tenang.

Kalau hujan kami tidak takut lagi. Dulu kalau angin kami takut. Hujan kami langsung cari baskom,” ujar Jaipah.

Ia mengaku sudah tidak mengingat pasti kapan rumahnya mulai mengalami kerusakan. Namun, yang ia ingat, kondisi tersebut telah berlangsung sangat lama.

“Atapnya bocor-bocor, sambung-sambung ke situ,” katanya.

Menurut Jaipah, keterbatasan ekonomi membuat keluarganya hanya mampu memperbaiki rumah sedikit demi sedikit.

“Kalau ada uang, satu keping seng dibeli. Dinding yang bocor juga ditutup pakai seng,” tuturnya.

Ia memperkirakan kondisi rumah tersebut telah berlangsung lebih dari 20 tahun. Setelah direhabilitasi, ia mengaku dapat menikmati rumah yang jauh lebih nyaman.

“Sudah enak sekarang,” ungkapnya singkat.
Wali Kota Minta Hasil Pekerjaan Berkualitas

Rumah Jaipah merupakan satu dari tiga rumah penerima manfaat Program RTLH yang ditinjau langsung oleh Wali Kota Medan di Kecamatan Medan Tuntungan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas hasil rehabilitasi sebelum rumah sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas masih menemukan beberapa bagian pekerjaan yang perlu disempurnakan, khususnya pada tahap pengecatan.

Ia menegaskan agar seluruh pekerjaan diselesaikan secara maksimal dan tidak dilakukan setengah-setengah.

“Kalau diberikan kepada masyarakat, berikan yang terbaik. Bikin yang terbaik. Begitu diserahkan jangan setengah-setengah pekerjaannya. Berikan hasil yang terbaik,” tegas Rico Waas.

Menurutnya, kualitas pembangunan menjadi prioritas utama agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Seleksi Penerima Dilakukan Secara Bertahap

Rico Waas menjelaskan bahwa calon penerima Program RTLH diusulkan melalui pemerintah kelurahan dan kecamatan.

Selanjutnya, usulan tersebut dibahas melalui musyawarah dan diverifikasi berdasarkan kondisi rumah, kelayakan penerima, serta data desil masyarakat yang berhak memperoleh bantuan.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Medan menargetkan rehabilitasi 213 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di seluruh kecamatan.

Meski demikian, jumlah tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh rumah warga yang membutuhkan perbaikan.

Karena itu, program rehabilitasi akan terus dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Setiap unit rumah memperoleh anggaran rehabilitasi sebesar Rp120 juta, yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan berharap Program RTLH tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan layak huni.

Rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, tetapi awal dari kehidupan yang lebih bermartabat.

Setiap bantuan yang diberikan dengan tulus akan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

Kepedulian pemerintah menjadi berarti ketika mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Kualitas pekerjaan adalah bentuk penghormatan kepada rakyat yang menerima manfaatnya.
Kesabaran selama puluhan tahun akhirnya terbayar dengan hadirnya rumah yang aman dan nyaman.

Pembangunan sejati adalah ketika kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan utamanya.

Syukur adalah kebahagiaan sederhana ketika rasa takut berganti dengan rasa aman di rumah sendiri.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini