Medan, LINI NEWS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya pada sektor layanan kunjungan bagi warga binaan dan keluarganya. Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat, transparan, dan berkeadilan, Rutan Kelas I Medan hadir dengan berbagai inovasi yang menempatkan kenyamanan dan aksesibilitas sebagai prioritas utama.
Sejumlah sistem layanan telah diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, mulai dari layanan kunjungan tatap muka dan daring (online), Sistem Layanan Informasi Satu Meja (SILISMA), hingga layanan penitipan barang. Inovasi ini tidak hanya mempermudah pengunjung, tetapi juga menjadi wujud nyata reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.
“Pelayanan yang baik adalah pintu pertama menuju kepercayaan publik, dan kepercayaan adalah fondasi keadilan yang hidup.”
Layanan Kunjungan sebagai Pusat Informasi
Tak sekadar menjadi ruang temu antara warga binaan dan keluarga, layanan kunjungan di Rutan Kelas I Medan kini bertransformasi menjadi pusat informasi yang edukatif. Melalui SILISMA yang berada di area pendaftaran kunjungan, pengunjung dapat memperoleh penjelasan komprehensif terkait layanan integrasi, seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, serta hak-hak lain yang melekat pada warga binaan.
Dengan pendekatan ini, kunjungan tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga memberikan pemahaman hukum dan administratif bagi masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang lebih sadar dan partisipatif antara institusi pemasyarakatan dan publik.
“Di balik setiap antrean, ada harapan yang menunggu dilayani, dan di balik setiap penjelasan, ada cahaya pengetahuan yang menguatkan.”
Alur Pelayanan Terstandar dan Profesional
Sejak tahap pendaftaran hingga kunjungan berakhir, seluruh alur layanan dirancang secara terstandar dan berkesinambungan. Petugas yang responsif, sopan, dan berorientasi pada solusi menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman layanan yang tertib, mudah dipahami, dan bebas dari praktik pungutan.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun citra layanan publik yang profesional, humanis, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Apresiasi Pengunjung
Sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan kualitas layanan, sejumlah pengunjung menyampaikan apresiasi dan harapan agar standar pelayanan yang telah diterapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Salah satu pengunjung, Tince, mengungkapkan kepuasannya terhadap sistem pendaftaran kunjungan di Rutan Kelas I Medan.
“Dengan adanya LAKOSTE, proses mendaftar kunjungan di Rutan Medan semakin mudah, sudah seperti ketika kita antre di bank. Selama saya berkunjung, pelayanannya sangat memuaskan, tidak dipungut biaya apa pun, semua pelayanannya gratis dan petugasnya baik dalam melayani,” ujar Tince.
“Pelayanan yang tulus tidak hanya melayani kebutuhan, tetapi juga memulihkan martabat manusia.”
Sejalan dengan Program IMIPAS
Seluruh upaya peningkatan layanan ini sejalan dengan 15 Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), khususnya dalam penguatan pelayanan publik, peningkatan integritas aparatur, serta pemenuhan hak-hak warga binaan dan masyarakat secara transparan dan akuntabel.
Dengan komitmen berkelanjutan terhadap inovasi dan profesionalisme, Rutan Kelas I Medan menegaskan perannya sebagai institusi pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi ruang pelayanan publik yang bermartabat dan berkeadilan. (Nurlince Hutabarat)




