Batam, LINI NEWS – Di tengah tantangan geografis Kepulauan Riau yang dipenuhi laut dan gugusan pulau, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan satu pesan kuat: energi tidak boleh terhenti, bahkan di batas terluar negeri.
Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kepri dilakukan dengan skema multimoda, memadukan jalur laut dan darat. Dari terminal utama, BBM diangkut menggunakan kapal menuju depot dan SPBU di pulau-pulau, lalu diteruskan dengan mobil tangki ke berbagai titik layanan masyarakat.
“Distribusi kami rancang terjadwal dan terukur, agar pasokan tetap terjaga hingga ke wilayah terpencil,” ungkap Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, M. Romi Bahtiar.
Tak hanya BBM, stok LPG juga dipastikan dalam kondisi aman. Menjelang momen besar seperti Imlek dan Idul Fitri, Pertamina melakukan penguatan pasokan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan masyarakat.
Data konsumsi menunjukkan, selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, konsumsi LPG melonjak sekitar 6 persen, sementara BBM jenis gasoline dan gasoil mengalami kenaikan stabil di kisaran 2 persen.
Memasuki awal 2026, tren penyaluran BBM subsidi kembali meningkat. Pulihnya aktivitas ekonomi, meningkatnya mobilitas warga, serta kebutuhan layanan publik dan logistik menjadi faktor utama pendorong kenaikan tersebut.
Di balik angka dan grafik distribusi, Pertamina Patra Niaga Sumbagut menegaskan komitmen besarnya: memastikan energi hadir secara adil, merata, dan tepat sasaran bagi seluruh masyarakat Kepulauan Riau.
“Ketika energi sampai ke pulau terluar, di sanalah negara benar-benar hadir,” tegas Romi.
Dengan strategi distribusi lintas laut dan darat serta pengawasan berlapis, Pertamina Patra Niaga Sumbagut memperkuat perannya sebagai penjaga denyut energi nasional di wilayah perbatasan dan kepulauan. (Nurlince Hutabarat)




