ANGGOTA DPRD MEDAN ANTONIUS TUMANGGOR AJAK WARGA SEI AGUL PERKUAT PANCASILA, HIDUPKAN GOTONG ROYONG, DAN TOLAK PROVOKASI

0
8

Medan, LINI NEWS – Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., mengajak masyarakat Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila, menjaga kebhinekaan, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Antonius juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, persatuan dan kerukunan merupakan modal penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Antonius saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Karya Mesjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri ratusan warga dan konstituennya.

Gotong Royong Harus Kembali Menjadi Budaya Masyarakat
Dalam kegiatan tersebut, Antonius menyoroti pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kondisi lingkungan tempat tinggal. Ia menilai, semangat kebersamaan perlu terus dirawat agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

Menurut Antonius, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif warga, mulai dari menjaga kebersihan di sekitar rumah hingga terlibat dalam kegiatan gotong royong.

“Saya melihat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan perlu ditingkatkan. Karena itu, mari kita hidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan masing-masing. Kepala lingkungan juga diharapkan mendorong masyarakat agar aktif berpartisipasi,” ujar politisi Partai NasDem tersebut.

Ia berharap kepala lingkungan bersama tokoh masyarakat dapat menjadi penggerak kebersamaan, sehingga kegiatan gotong royong tidak sekadar menjadi agenda sesaat, tetapi tumbuh sebagai kebiasaan yang berkelanjutan.

Tanamkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Antonius menegaskan, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, kepedulian sosial, serta kesediaan menyelesaikan perbedaan secara damai.

Di tengah masyarakat yang beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial, setiap warga diharapkan mampu menjaga persaudaraan tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

Menurutnya, semangat kebhinekaan harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk saling membantu ketika ada warga mengalami kesulitan, menjaga ketertiban lingkungan, dan mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

Antonius juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menimbulkan perselisihan.

Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Generasi Muda Harus Menjauhi Narkoba, Begal, dan Tawuran
Perhatian khusus turut disampaikan Antonius kepada generasi muda. Ia mengajak kaum muda untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, aksi begal, serta tawuran antarkelompok yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, dan pemerintah dalam memberikan pembinaan serta menciptakan ruang kegiatan positif bagi generasi muda.

Generasi muda, menurutnya, harus diarahkan untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan, kegiatan sosial, olahraga, seni, dan aktivitas produktif lainnya.

Upaya pencegahan kenakalan remaja dan tindak kriminal tidak cukup hanya melalui teguran atau penindakan. Diperlukan pula pendidikan karakter, keteladanan, perhatian keluarga, serta lingkungan pergaulan yang sehat.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keamanan dan membangun masa depan Kota Medan.

Bijak Bermedia Sosial, Jangan Mudah Menyebarkan Informasi yang Belum Terbukti

Antonius juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan teknologi dan media sosial secara bijaksana. Kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan sikap kritis, tanggung jawab, serta kemampuan memeriksa kebenaran suatu berita.

Ia mengajak masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun meneruskan informasi yang sumbernya tidak jelas, terutama apabila informasi tersebut berpotensi memecah belah masyarakat atau memicu konflik.

Warga diharapkan membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan pemberitaan dari sumber tepercaya, dan menghindari penyebaran kabar bohong atau ujaran kebencian.

Sikap bijak dalam bermedia sosial merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara, sekaligus bentuk nyata menjaga persatuan dan ketertiban di tengah kehidupan bermasyarakat.

Camat Medan Barat Apresiasi Kegiatan Wasbang

Camat Medan Barat, Maswan Harahap, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan antarwarga.

“Gotong royong merupakan salah satu bentuk penerapan salah satu bentuk penerapan wawasan kebangsaan. Mari cintai lingkungan masing-masing serta jaga kekompakan dan kebersamaan,” tutur Maswan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan dapat memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Semangat gotong royong juga diharapkan menjadi jembatan untuk menyatukan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan bersama, tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Dihadiri Lurah, Kepala Lingkungan, dan Ratusan Warga

Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Sei Agul, Ade Kurniawan, S.Sos.; Kepala Lingkungan VIII, Timbul Siahaan; Sekretaris DPP Sopo Restorasi Bersatu; serta ratusan warga Kelurahan Sei Agul dan Kecamatan Medan Barat.

Kehadiran unsur pemerintahan kelurahan, perangkat lingkungan, organisasi masyarakat, dan warga menunjukkan pentingnya membangun komunikasi serta kerja sama antara berbagai elemen masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman tentang Pancasila dan wawasan kebangsaan semakin kuat, sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga kerukunan, kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

Pancasila Harus Terlihat dalam Tindakan Nyata

Antonius berharap kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat menambah pengetahuan masyarakat sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, membantu sesama, hingga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Pesan utama dari kegiatan tersebut adalah bahwa wawasan kebangsaan bukan hanya tentang memahami dasar negara, melainkan juga tentang bagaimana setiap warga menerapkannya dalam tindakan nyata.

Persatuan harus dirawat, kepedulian harus ditumbuhkan, dan gotong royong harus dihidupkan agar Kelurahan Sei Agul menjadi lingkungan yang bersih, aman, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

PANCASILA, KEBHINEKAAN, DAN GOTONG ROYONG

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup untuk menghormati perbedaan dan memperkuat persaudaraan.”

“Kebhinekaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk melangkah bersama membangun bangsa–Persatuan dijaga, kebhinekaan dirawat, gotong royong diperkuat.

kepedulian, toleransi, dan tanggung jawab.”

“Lingkungan yang bersih, masyarakat yang rukun, dan warga yang saling membantu adalah wujud nyata Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini