DPRD Medan Tantang FORWAKA Jadi Penjaga Nurani Rakyat, Bukan Sekadar Pemburu Berita

0
10

Medan, LINI NEWS – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B, menyatakan dukungan penuh terhadap pelantikan dan Rapat Kerja Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Belawan saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua FORWAKA Belawan Budi Yanto, SH, Sekretaris Muhammad Maskur, dan Bendahara Omie Yudistira, Senin (13/7/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen menegaskan bahwa wartawan merupakan pilar demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar menjaga keseimbangan informasi sekaligus mengawal jalannya pemerintahan melalui karya jurnalistik yang profesional, objektif, dan bertanggung jawab.
Ia berharap FORWAKA Belawan mampu menjadi penyeimbang berbagai kebijakan Pemerintah Kota Medan, sekaligus peka terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Medan Utara.

Sementara itu, Ketua FORWAKA Belawan, Budi Yanto, SH, menyampaikan apresiasi atas dukungan Ketua DPRD Kota Medan. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dijawab dengan integritas, profesionalisme, serta komitmen menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

Budi menegaskan FORWAKA Belawan siap menjadi penyambung aspirasi masyarakat, menjaga fungsi kontrol sosial, serta membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat tanpa mengabaikan independensi pers.

Silaturahmi tersebut menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antara DPRD Kota Medan dan FORWAKA Belawan guna menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan warga, khususnya di Medan Utara.

Pers yang kuat lahir dari keberanian menyampaikan kebenaran, bukan dari kedekatan dengan kekuasaan.
Wartawan adalah mata rakyat, bukan corong kepentingan.
Kritik yang jujur adalah bentuk cinta kepada daerah.

Sinergi terbaik lahir ketika integritas tetap menjadi harga diri.
Demokrasi tumbuh subur di bawah cahaya informasi yang objektif.
Kepercayaan publik dibangun oleh fakta, bukan opini.

Pers yang profesional menjadi benteng terakhir suara masyarakat.
Kolaborasi bukan berarti kehilangan fungsi kontrol sosial.

Pemimpin besar tidak takut dikritik, tetapi takut kehilangan kepercayaan rakyat.

Ketika pers dan pemerintah berjalan pada rel kebenaran, masyarakatlah yang menjadi pemenangnya.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini