Medan, LINI NEWS – Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan AKBP Sri Lestari Widodo terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui pengaturan arus kendaraan, rekayasa lalu lintas, serta peningkatan edukasi keselamatan berkendara di Kota Medan.
Pergantian jabatan Kasat Lantas Polrestabes Medan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Polda Sumatera Utara.
AKBP Sri Lestari Widodo resmi dipercaya menjabat Kasat Lantas Polrestabes Medan menggantikan AKBP I Made Parwita. Kehadiran beliau diharapkan mampu membawa inovasi baru dalam menciptakan ketertiban lalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kota Medan.
Pada akhir April hingga awal Mei 2026, Satlantas Polrestabes Medan melaksanakan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan rekayasa lalu lintas menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar serta menjaga keamanan masyarakat selama berlangsungnya kegiatan massa.
AKBP Sri Lestari Widodo menyampaikan bahwa masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan serta mematuhi arahan petugas di lapangan agar kemacetan dapat diminimalisir.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan berlalu lintas.
Selain melakukan pengamanan dan pengaturan jalan, Satlantas Polrestabes Medan juga terus mengedukasi masyarakat tentang budaya tertib berlalu lintas, penggunaan helm standar, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta pentingnya menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Kehadiran personel Satlantas di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membantu kelancaran aktivitas harian warga Kota Medan.
AKBP Sri Lestari Widodo:
“Keselamatan berlalu lintas dimulai dari disiplin diri sendiri.”
“Tertib di jalan adalah bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.”
“Kesabaran dalam berkendara dapat menyelamatkan banyak nyawa.”
“Polisi hadir bukan hanya menegakkan aturan, tetapi juga melayani masyarakat.”
“Budaya tertib lalu lintas harus dibangun sejak usia dini.”
“Jalan raya bukan tempat untuk terburu-buru, melainkan melainkan tempat menjaga keselamatan bersama.”
“Kerja sama masyarakat dan kepolisian menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang aman dan nyaman.”
Dengan berbagai program dan pengawasan yang dilakukan Satlantas Polrestabes Medan, diharapkan situasi lalu lintas di Kota Medan semakin tertib, aman, dan kondusif sepanjang tahun 2026.
(Nurlince Hutabarat)




