Ketua DPRD Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B: Marilah Kita Tanamkan Nilai Kejujuran, Tanggung-jawab, dan semangat Gotong royong

0
5

Medan, LINI NEWS – Dalam semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan kebijaksanaan, keadilan, dan ketulusan. Berikut kata Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan MPd.B yang terinspirasi dari filosofi luhur bangsa Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang bertujuan memperkokoh fondasi kebangsaan di lingkungan legislatif.
Sabtu, (25/4/2026)

Ia menekankan bahwa Pancasila harus menjadi kompas moral dalam setiap langkah pembangunan. Dengan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan utama, kebijakan publik diyakini akan lebih berpihak pada keadilan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, serta kesejahteraan sosial masyarakat.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi arah moral pembangunan.”

“Pancasila hidup ketika diamalkan, bukan sekadar diucapkan.”

“Kebijakan yang kuat lahir dari nilai moral yang kokoh.”

“Ideologi tanpa implementasi hanyalah konsep yang kosong.”

“Keadilan sosial dimulai dari kebijakan yang berpihak pada rakyat.”

“Seperti padi, semakin berisi semakin merunduk.”

Pemimpin yang bijak adalah mereka yang rendah hati, tidak meninggikan diri meski memiliki kekuasaan dan ilmu.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”
Kekuatan sejati lahir dari persatuan. Kepemimpinan harus mampu merangkul semua golongan demi kepentingan bersama.

“Gotong royong adalah jiwa bangsa.”

Kemajuan daerah terwujud melalui kerja sama, bukan kerja sendiri. Pemimpin adalah penggerak kebersamaan.

“Adat bersendi syarat- syarat’ bersendi Kitabullah.”

Nilai budaya dan moral harus berjalan selaras, menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan.

“Air tenang menghanyutkan.”

Ketegasan tidak selalu ditunjukkan dengan suara keras, tetapi dengan tindakan nyata dan kebijakan yang berdampak.

“Tak ada rotan, akar pun jadi.”

Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Kepemimpinan dituntut untuk kreatif dalam segala situasi.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Menghormati nilai, budaya, dan masyarakat setempat adalah kunci membangun kepercayaan dan keharmonisan.

Semoga nilai-nilai luhur ini senantiasa menjadi pedoman dalam mengemban amanah, demi kemajuan Kota Medan yang adil, sejahtera, dan bermartabat.

ia menuturkan, ,”Saya memiliki harapan besar agar Kota Medan terus berkembang menjadi kota yang maju, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kesejahteraan rakyat, kualitas pendidikan, serta keharmonisan sosial yang terjaga dengan baik.

Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi, menjaga persatuan, dan berperan aktif dalam membangun daerah.

Partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Pesan saya, marilah kita bersama-sama menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat gotong royong dalam setiap langkah kehidupan. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.

Dengan kebersamaan dan niat yang tulus, kita dapat menghadirkan perubahan nyata demi masa depan Kota Medan yang lebih baik.

Akhir kata, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan bekerja dengan hati demi kemajuan bersama memvambangun negeri yang kita cintai dan kita sayangi harus kita jaga.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini