Medan, LINI NEWS – Diplomasi Budaya dan Maritim dari Geladak KRI Bima Suci di Belawan. Keberagaman budaya Nusantara begitu terasa dalam gelaran Deck Reception ASEAN Plus Cadet Sail 2026 yang dihadiri Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas.
Acara ini berlangsung di atas geladak KRI Bima Suci yang bersandar di Pelabuhan Belawan, Senin (6/4/2026).
Simbol Keberagaman dalam Satu Harmoni Nusantara
Malam tersebut bukan sekadar seremoni.
Kedatangan Wali Kota Medan disambut dengan pengalungan kain ulos sebagai simbol kehangatan budaya Batak, serta pemakaian topi udeng khas Bali.
Perpaduan dua budaya ini mencerminkan makna Indonesia sebagai bangsa yang beragam namun tetap satu.
Diiringi semilir angin laut dan dentuman drum band para kadet, suasana semakin semarak dengan pertunjukan tarian tradisional Batak hingga Bali.
Panggung internasional pun terasa kental dengan nuansa lokal yang hidup dan membanggakan.

Belawan Menjadi Titik Temu Dunia
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Wong Chun Sen, Saipul Bahri, serta Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam Shah.
Kehadiran para konsul dari berbagai negara sahabat menjadikan Belawan sebagai titik temu dunia, di mana perbedaan menjadi jembatan kebersamaan.
Momentum Strategis Memperkenalkan Potensi Medan
Bagi Wali Kota Medan, kegiatan ini bukan sekadar agenda resmi, melainkan peluang strategis untuk memperkenalkan Medan sebagai kota yang terbuka, kaya budaya, serta memiliki potensi besar di sektor maritim.
Menurut Rico Waas, momentum ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia keindahan keberagaman serta kekuatan budaya dan maritim yang dimiliki Kota Medan sebagai bagian dari kekayaan Nusantara.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu memperkuat citra Medan sebagai kota multikultural yang berdaya saing di kawasan barat Indonesia.
Diplomasi Maritim dan Persahabatan Internasional
Sebelumnya, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) I Belawan, Deny Septiana, menyampaikan bahwa ASEAN Plus Cadet Sail 2026 merupakan langkah nyata dalam memperkuat diplomasi maritim serta membangun kepercayaan antar kadet dari negara ASEAN dan non-ASEAN.
Melalui semangat sailing together, laut menjadi simbol pemersatu kerja sama dan persahabatan internasional.

Belawan Sebagai Gerbang Maritim Dunia
Terpilihnya Belawan sebagai lokasi kegiatan menjadi bentuk kepercayaan sekaligus peluang besar untuk memperkenalkan potensi maritim dan budaya Sumatera Utara ke kancah global.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarnegara melalui generasi muda yang terlibat dalam pelayaran persahabatan selama 124 hari atau sekitar empat bulan.
Keberagaman bukan sekadar identitas, melainkan kekuatan untuk menyatukan dunia.
Budaya adalah wajah bangsa yang berbicara tanpa kata di panggung internasional.
Laut bukan pemisah, tetapi jembatan persahabatan antarnegara.
Momentum global harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan jati diri daerah.
Generasi muda adalah kunci diplomasi masa depan yang berkelanjutan.
Kota yang terbuka adalah kota yang siap bersaing di tingkat dunia.
Persatuan dalam perbedaan adalah fondasi utama kemajuan bangsa.
(Nurlince Hutabarat)




