Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH: Filosofi Kota Medan dalam Menjaga Harmoni Mudik Lebaran 2026

0
52

Medan, LINI NEWS – Menyambut arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sosok Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak tampil menonjol dalam mengawal keamanan dan ketertiban di Kota Medan.

Dengan pendekatan humanis dan filosofi khas Kota Medan yang multikultural, Kapolrestabes menegaskan bahwa:

“Pengamanan bukan sekadar tugas, melainkan wujud menjaga harmoni kehidupan.”

“Kota Medan dikenal sebagai miniatur keberagaman—tempat berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan.”

Dalam konteks inilah, pengamanan mudik Lebaran tidak hanya soal kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial yang telah lama terjalin.

Filosofi Medan: Kekuatan dalam Keberagaman

Kapolrestabes Medan menekankan bahwa filosofi kota ini terletak pada semangat gotong royong dalam perbedaan.

Medan Satu Untuk Semua.

Menurutnya, pengamanan Lebaran harus mencerminkan nilai tersebut—mengayomi tanpa membedakan, melayani tanpa pamrih.

“Medan adalah rumah bagi semua. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga rasa saling percaya,” ujar Kapolrestabes Jean Calvinj

Strategi Humanis dan Presisi:

Dalam pelaksanaan pengamanan, jajaran Polrestabes Medan mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, serta respons cepat terhadap potensi gangguan.

Pos pengamanan dan pos pelayanan didirikan di titik-titik strategis guna memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara secara nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—yang terus digaungkan oleh Kapolrestabes.

Menjaga Rasa Aman, Merawat Kebersamaan

Lebih dari sekadar pengamanan fisik, Kapolrestabes menilai bahwa tugas utama aparat adalah menjaga rasa aman sebagai fondasi kebersamaan masyarakat.

“Keamanan adalah jembatan yang menghubungkan kepercayaan. Tanpa itu, kebersamaan akan rapuh,” tegasnya.

Dengan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, pengamanan mudik di Kota Medan diharapkan berjalan kondusif, mencerminkan wajah kota yang ramah dan penuh toleransi.

Kota Medan dalam Pengamanan

“Medan mengajarkan: berbeda bukan untuk dipisahkan, tetapi untuk dikuatkan.”

“Keamanan sejati lahir dari rasa saling percaya di tengah keberagaman.”

“Di kota yang majemuk, ketulusan adalah bahasa yang menyatukan.”

“Menjaga kota berarti merawat hati setiap warganya.”

“Harmoni bukan hadir sendiri, tetapi dijaga dengan kesadaran bersama.”

“Pengabdian adalah ketika lelah tak mengalahkan kepedulian.”
“Medan bukan sekadar kota, melainkan ruang hidup yang dipersatukan oleh toleransi.” imbuhnya mengakhiri.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini