Wali Kota Medan Rico Waas Tekankan Sinergi Tripartit untuk Perkuat Iklim Investasi dan Lapangan Kerja

0
94

Medan, LINI NEWS – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa kunci kemajuan Kota Medan terletak pada sinergi yang kokoh antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Medan di Grand Antares Hotel, Rabu (4/3/2026).

Pertemuan strategis ini dihadiri unsur Forkopimda Kota Medan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan Jefri Iswanto, Kepala Bappeda Ferry Ichsan, Plt Kadis Ketenagakerjaan Ramaddan, para pimpinan perangkat daerah, ketua serikat pekerja, serta perwakilan pengusaha.

Sinergi Bukan Sekadar Forum Formal

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa rapat koordinasi tidak boleh berhenti pada seremonial belaka.

Ia mengajak seluruh unsur tripartit membangun komunikasi terbuka, saling memahami, dan memiliki visi yang sama.

“Kota ini akan maju apabila pemerintah, pengusaha, dan pekerja memiliki pemikiran yang sama. Tantangan kita bukan hanya dari dalam, tetapi juga tekanan geopolitik dan ekonomi global yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.

Menurutnya, pekerja membutuhkan kesejahteraan, kepastian hak seperti pembayaran THR, serta peningkatan kompetensi.

Di sisi lain, pengusaha memerlukan tenaga kerja profesional dan iklim usaha yang kondusif.

Sementara pemerintah berkepentingan menjaga stabilitas agar investasi terus tumbuh.

Investasi Melampaui Target, Optimisme Meningkat
Rico Waas mengungkapkan capaian investasi Kota Medan tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan.

Dari target Rp7,5 triliun, realisasi investasi berhasil menembus Rp14,5 triliun.

Capaian ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa Medan memiliki daya tarik kuat bagi investor.

Ia optimistis tren positif tersebut akan terus meningkat apabila seluruh pihak solid menjaga stabilitas hubungan industrial.

“Kalau investasi datang, otomatis lapangan pekerjaan terbuka. Ketika masyarakat bekerja, itu menjadi prestasi kita bersama,” ujarnya.

Pemko Medan, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya serta memastikan proses investasi berjalan profesional tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

502 Kasus Industrial, 60 Persen Selesai Damai

Sementara itu, Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, memaparkan data hubungan industrial sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 502 kasus perselisihan hubungan industrial terjadi di Kota Medan.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen berhasil diselesaikan melalui kesepakatan bersama.

“Ini juga berkat peran mediator yang selama ini bekerja menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial,” jelas Ramaddan.

Saat ini Kota Medan memiliki 17 mediator hubungan industrial, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah mediator terbanyak di Indonesia.

Ke depan, kualitas dan kuantitas mediator akan terus ditingkatkan, termasuk dengan pendekatan jemput bola ke perusahaan untuk pembinaan dan pencegahan dini.

Tegas Soal THR, Posko Resmi Diluncurkan
Dalam forum tersebut, Ramaddan juga mengimbau seluruh perusahaan di Kota Medan agar mematuhi kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi perusahaan yang mengabaikan kewajiban tersebut.

“Pembayaran THR adalah kewajiban.

Jika ada laporan dari serikat pekerja terkait pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen perlindungan pekerja, Rico Waas secara resmi melaunching Posko THR Kota Medan. Posko ini berfungsi sebagai pusat pengaduan, mediasi, dan konsultasi bagi buruh atau karyawan yang mengalami kendala dalam pencairan THR.

Medan Menuju Kota Ramah Pekerja dan Investor
Di akhir sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan setengah-setengah.

Dibutuhkan kekompakan seluruh elemen untuk menjadikan Medan sebagai kota yang nyaman bagi pekerja sekaligus ramah bagi investor.

“Kita ingin orang bangga bekerja di Medan. Hubungan industrial harus sehat dan saling mendukung,” tandasnya.

Sinergi tripartit, menurutnya, bukan hanya menjaga stabilitas ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Kota Medan.

Refleksi Sinergi Tripartit

“Investasi tumbuh di tanah yang subur oleh kepercayaan.”

“Hubungan industrial yang sehat adalah jembatan emas menuju kesejahteraan.”

“Ketika pekerja sejahtera, pengusaha kuat, dan pemerintah adil, kota pun melesat.”

“Dialog bukan sekadar bicara, tetapi jalan menemukan solusi bersama.”

“Lapangan kerja lahir dari stabilitas yang dijaga dengan komitmen.”

“Profesionalisme adalah bahasa universal antara investor dan pekerja.”

“Kota yang ramah pekerja adalah magnet bagi masa depan investasi.”
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini