Jembatan Sitapigagan, Jalan Takdir yang Disatukan: Vandiko Gultom Menjawab Penantian Puluhan Tahun Warga Bonan Dolok–Hasinggaan

0
168

Samosir, LINI NEWS – Harapan yang lama terpisah akhirnya dipertemukan. Di bawah kepemimpinan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST, impian puluhan tahun warga Desa Bonan Dolok dan Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, kini menjelma menjadi kenyataan melalui pembangunan Jembatan Sitapigagan—sebuah infrastruktur vital yang menyatukan dua desa dan membuka masa depan baru.

Selama bertahun-tahun, keterbatasan akses menjadi penghalang utama aktivitas warga, mulai dari pergerakan hasil pertanian, pendidikan anak-anak desa, hingga akses layanan kesehatan.

Kini, jembatan Sitapigagan berdiri kokoh sebagai simbol kehadiran negara di pinggiran.

Pembangunan jembatan ini bukan sekadar kerja fisik, melainkan perwujudan keberpihakan terhadap rakyat desa. Vandiko Timotius Gultom menegaskan bahwa pembangunan harus dimulai dari kebutuhan paling mendasar masyarakat—akses dan konektivitas.

Seorang Tokoh Adat setempat menggambarkan rasa syukur warga dengan umpasa Batak:

“Sai marsigomgoman tangan dohot marsipature hutana, asa gabe horas do huta na.”
(Bersatu tangan dan membangun kampung bersama, agar kampung hidup dalam kesejahteraan).

Jembatan Sitapigagan kini menjadi penggerak ekonomi rakyat, mempercepat arus distribusi hasil bumi, serta mempererat hubungan sosial antarwarga dua desa yang sebelumnya terpisah oleh alam dan keterbatasan.

Rasa haru dan terima kasih pun mengalir dari masyarakat kepada Bupati Samosir.

Bagi mereka, jembatan ini adalah bukti bahwa penantian panjang tidak dikhianati oleh kepemimpinan yang hadir dan bekerja.

Umpasa Batak lainnya pun menggema sebagai doa dan pengharapan:

“Jolo tinallik, di pudi sinungkun, songon i do parhobas dohot parpimpin.”
(Yang dikerjakan hari ini akan dikenang di kemudian hari, begitulah kerja dan kepemimpinan).

Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan yang adil dan merata, menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal, demi mewujudkan Samosir yang terhubung, maju, dan sejahtera.

Amanah Perlu Diingat atas Jembatan Sitapigagan

“Jembatan bukan hanya menyambung desa, tetapi menyatukan kasih.”

“Ketika pemimpin mendengar, harapan menemukan jalannya.”
“Pembangunan yang adil dimulai dari pinggiran.”

“Akses adalah pintu pertama kesejahteraan.”

“Puluhan tahun menunggu, satu keputusan mengubah sejarah.”

“Infrastruktur adalah wajah kehadiran negara.”

“Sitapigagan berdiri sebagai saksi bahwa harapan tidak pernah sia-sia.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini