Air Bah Mengurung Warga, Brimob Polda Sumut Menembus Banjir Selamatkan 45 Jiwa di Tapteng

0
178

Tapanuli Tengah, LINI NEWS – Di tengah hujan yang tak kunjung reda dan air sungai yang meluap tanpa ampun, harapan datang dari seragam loreng.

Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bergerak cepat mengevakuasi puluhan warga yang terisolir akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sebanyak 45 warga berhasil diselamatkan dari kepungan air di Kecamatan Tukka, Jumat (2/1/2026).

Banjir melanda wilayah tersebut setelah hujan deras mengguyur sejak pagi hari. Curah hujan tinggi membuat debit air sungai meningkat drastis hingga meluap dan memutus akses vital dari Kelurahan Sait Kalangan II, Desa Huraba menuju Kelurahan Hutanabolon.

Lorong IV Kelurahan Hutanabolon menjadi titik terparah, puluhan warga terjebak dan tidak memiliki jalur evakuasi.

“Saat air naik, kepanikan tak terelakkan, namun kepedulian tak boleh surut,” menjadi kenyataan di lapangan.

Sekira Pukul 12.30 WIB, seorang warga bernama Mendrofa melaporkan kondisi darurat tersebut ke Posko Sat Brimob Polda Sumut di Kelurahan Hutanabolon.

Tak menunggu lama, 19 personel Sat Brimob di bawah pimpinan Dpp Brigpol Boy Naibaho langsung diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Medan sulit, arus air deras, serta jalan yang terputus tidak menyurutkan langkah. Dengan mengedepankan keselamatan, personel Brimob satu per satu mengevakuasi warga, termasuk anak-anak dan lansia. Sebanyak 45 warga akhirnya berhasil dipindahkan ke Posko Pengungsian di Kelurahan Tukka dan sebagian ke Desa Hutaraja.

“Dalam bencana, kecepatan adalah nyawa, dan keberanian adalah jembatan,” tergambar jelas dalam operasi ini.

Proses evakuasi berlangsung hingga Pukul 17.30 WIB dan berjalan lancar. Seluruh warga yang dievakuasi dilaporkan dalam kondisi selamat dan sehat, tanpa korban jiwa.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah bencana adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Begitu menerima laporan adanya warga yang terisolir akibat banjir, personel langsung kami terjunkan untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah seluruh warga dapat diselamatkan,” ujar Kombes Pol Ferry, Minggu (4/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor kepada aparat setempat bila membutuhkan bantuan.

“Negara hadir bukan hanya dalam upacara, tetapi dalam lumpur dan genangan,” menjadi pesan yang menguat.

Aksi cepat Sat Brimob Polda Sumut ini kembali menegaskan bahwa Polri bukan sekadar penjaga hukum, tetapi juga penjaga kemanusiaan, terutama saat masyarakat berada di titik paling rapuh.

Hal jadi Perhatian dalam Peristiwa Ini:

Dalam bencana, kepedulian adalah cahaya pertama.

Kecepatan bertindak sering kali menentukan hidup dan mati.

Seragam boleh basah, tetapi nurani tak boleh kering.

Negara diuji bukan saat aman, melainkan saat rakyat terancam.
Keberanian sejati lahir dari tanggung jawab.

Banjir memutus jalan, tetapi tidak memutus kemanusiaan.

Di tengah air bah, harapan datang bersama langkah Brimob.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini