Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Pemprov Sumut Tidak Gelar Apel Pagi, Bobby Nasution Menata Disiplin, Merajut Kolaborasi Sumut

0
175

Medan, LINI NEWS – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengawali hari pertama kerja Pemerintah Provinsi Sumut Tahun 2026 dengan pesan tegas namun berkelas: disiplin birokrasi harus berjalan, kolaborasi harus dipercepat, dan kerja nyata tidak boleh berhenti meski tanpa seremoni.

Pada Jumat (2/1/2026), Pemprov Sumut tidak menggelar apel pagi. Namun Bobby memastikan roda pemerintahan tetap bergerak normal.

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) masuk dan bekerja seperti biasa di hari pertama tahun baru.
Tanpa Apel, Kehadiran ASN Tetap Tinggi

Berdasarkan laporan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, tingkat kehadiran ASN mencapai 95 persen. Data tersebut disampaikan Bobby Nasution dalam sambutannya saat melantik empat pejabat eselon II Pemprov Sumut di Kantor Gubernur.

“Selamat Tahun Baru 2026, Hari ini memang tidak ada apel pagi di hari pertama kerja Tahun 2026. Tetapi berdasarkan laporan BKD, 95 persen ASN sudah hadir dan langsung bekerja,” ujar Bobby.

Ia menegaskan, 5 persen ASN yang tidak hadir bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan memiliki alasan sah seperti cuti dan izin, termasuk karena keluarga terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumut.

“Sebagian masih mengurus keluarga terdampak bencana. Saat awal kejadian akses belum terbuka, sekarang baru memungkinkan sehingga ada yang mengajukan izin,” jelasnya.

Sindiran Elegan: Disiplin Tetap Harga Mati

Bobby menegaskan tidak ada ASN yang mangkir tanpa keterangan. Namun ia menyampaikan peringatan dengan gaya khas—tegas namun cair.

“Tidak ada yang tidak izin. Kalau ada yang ‘hilang’, nanti kita buat benar-benar ‘hilang’ dari jabatannya,” ucap Bobby disertai senyum dan tawa ringan hadirin.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinannya, disiplin ASN tetap menjadi fondasi utama tata kelola pemerintahan Sumut.

Awal Tahun, Awal Konsolidasi Kekuasaan Birokrasi

Mengawali 2026, Bobby Nasution juga melakukan konsolidasi birokrasi dengan melantik empat pejabat eselon II strategis. Langkah ini dibaca sebagai penegasan arah kebijakan dan penyegaran mesin pemerintahan di awal tahun.

Empat pejabat yang dilantik yakni:

Ilyan Chandra Dalimunthe sebagai Kepala Dinas Sosial Sumut

Rahmad Hidayat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut

Nur Baeti Harahap sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sumut

Suryani Purnamawati sebagai Direktur RS Jiwa Prof Dr M Ildrem Sumut

Dua nama di antaranya, Ilyan Chandra Dalimunthe dan Nur Baeti Harahap, merupakan pejabat yang sebelumnya berkiprah di Pemko Medan saat Bobby Nasution menjabat Wali Kota.

Sementara Suryani Purnamawati merupakan eks Direktur Umum RSU Haji Medan.

Rahmad Hidayat sebelumnya menjabat Kepala BKAD Kabupaten Asahan.

Pesan Politik Administratif:
Kolaborasi atau Tertinggal

Dalam arahannya, Bobby menekankan bahwa Tahun 2026 bukan tahun biasa. Banyak pekerjaan rumah besar menanti, terutama penyelesaian dampak pascabencana di berbagai daerah Sumatera Utara.

“Di 2026 banyak PR yang harus kita selesaikan, termasuk penanganan pascabencana. Saya minta seluruh pejabat bekerja dengan sistem kolaborasi yang cepat dan tepat. Itu bukan sekadar tagline, tapi cara kerja,” tegas Bobby.

Ia menutup sambutan dengan ucapan Tahun Baru kepada seluruh ASN Pemprov Sumut, seraya menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama menjaga ritme pemerintahan tetap solid di tengah tantangan.

Pelantikan berlangsung khidmat dan lancar, ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan para kepala OPD yang baru, sekaligus menjadi penanda awal konsolidasi birokrasi Sumut di bawah kendali Bobby Nasution pada Tahun 2026.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini