Medan, LINI NEWS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus memperkuat komitmennya dalam membangun sistem rehabilitasi yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan fisik, tetapi juga menyentuh dimensi terdalam kesehatan mental dan moral warga binaan. Salah satu langkah progresif yang dijalankan secara berkelanjutan adalah program rehabilitasi berbasis hipnoterapi, sebuah metode terapi psikologis yang terbukti mampu mendorong perubahan perilaku secara sadar, bertahap, dan berkelanjutan. Jumat, 30 Januari 2026
Hipnoterapi sebagai Pilar Pembinaan Kepribadian
Program ini menjadi bagian integral dari pembinaan kepribadian di lingkungan Rutan Kelas I Medan. Pelaksanaannya dirancang untuk membantu warga binaan mengatasi tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, serta kecenderungan perilaku adiktif yang kerap menjadi penghambat proses reintegrasi sosial.
Kegiatan tersebut menghadirkan Taufik Cht, CI, praktisi hipnoterapi sekaligus Sekretaris Layanan Rehabilitasi Narkoba LRPPN Bhayangkara Indonesia, serta hipnoterapis bersertifikat dari LKP Indonesia Hypnosis Centre (IHC), sebagai pemateri utama.
Pendekatan Ilmiah Menyentuh Bawah Sadar
Dalam pemaparannya, Taufik menegaskan bahwa hipnoterapi bukan sekadar teknik relaksasi, melainkan pendekatan ilmiah yang bekerja melalui komunikasi bawah sadar untuk membentuk pola pikir baru yang lebih sehat.
“Hypnotherapy adalah jembatan antara pikiran dan perubahan perilaku. Dengan metode ini, warga binaan tidak hanya diajak untuk sadar, tetapi juga diarahkan untuk menentukan masa depan yang lebih positif dan bermakna,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan bahwa perubahan sejati lahir ketika individu mampu mengenali, menerima, dan mengelola emosi serta dorongan negatif dari dalam dirinya sendiri.
Komitmen Rutan: Rehabilitasi Mental dan Spiritual
Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menilai hipnoterapi sebagai langkah maju dalam sistem pemasyarakatan modern. Menurutnya, pembinaan yang efektif harus mampu menjangkau sisi psikologis dan spiritual warga binaan.
“Rehabilitasi tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada kesehatan mental dan spiritual. Melalui hipnoterapi, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki pola pikir, mengendalikan emosi, serta membangun kesadaran diri sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.
Proses Terapi: Dari Relaksasi Menuju Transformasi
Selama sesi berlangsung, warga binaan dibimbing memasuki kondisi relaksasi mendalam. Dalam keadaan tersebut, mereka menerima sugesti-sugesti positif yang dirancang untuk:
Meningkatkan kepercayaan diri
Mengurangi kecenderungan perilaku negatif
Menanamkan nilai tanggung jawab
Memperkuat kesadaran hukum dan sosial
Respons Peserta: Tenang, Stabil, dan Berharap
Sejumlah peserta mengaku merasakan dampak nyata dari program ini. Pikiran yang lebih jernih, emosi yang lebih stabil, serta tumbuhnya semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik menjadi kesan dominan pasca-sesi terapi.
Harapan Jangka Panjang
Melalui rehabilitasi berbasis hipnoterapi, Rutan Kelas I Medan menargetkan lahirnya warga binaan yang tidak hanya patuh terhadap hukum, tetapi juga memiliki kesiapan mental, moral, dan sosial untuk kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat.
Rehabilitasi dan Kesadaran Diri dengan Harapan:
“Perubahan sejati dimulai ketika seseorang berani berdialog dengan dirinya sendiri.”
“Hukum membatasi langkah, tetapi kesadaran membebaskan jiwa.”
“Di balik jeruji, harapan tetap menemukan jalannya.”
“Pikiran yang tenang adalah pintu menuju masa depan yang terang.”
“Kesalahan adalah guru, bukan vonis seumur hidup.”
“Kesadaran hari ini adalah kemerdekaan esok hari.”
“Manusia berubah bukan karena dipaksa, tetapi karena disadarkan.”
“Kekuatan terbesar lahir dari keberanian menghadapi diri sendiri.”
“Rehabilitasi adalah jembatan antara masa lalu dan harapan baru.”
“Setiap jiwa layak mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik.”
(Nurlince Hutababarat)




