Isra’ Mi’raj 1447 H: Wali Kota Medan Rico Waas Teguhkan Medan sebagai Kota Bertuah, Religius, dan Inklusif

0
7

Medan, LINI NEWS – Pemerintah Kota Medan menegaskan arah pembangunan yang tidak semata bertumpu pada beton dan aspal, tetapi berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kepedulian sosial.

Momentum Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dijadikan titik refleksi untuk menyatukan spiritualitas dengan agenda pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Pesan strategis tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, dalam kegiatan keagamaan yang digelar di Lapangan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Senin (2/2/2026).

Peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ini menghadirkan penceramah Ustad Jufri CHSI, S.Ag, serta dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, unsur Forkopimda, anggota DPRD Medan Saiful Bahri, Muslim, dan Tia Ayu Anggraini, Kepala Kemenag Kota Medan Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan warga.

Sambutan Wali Kota Medan yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi kompas moral bagi arah pembangunan Kota Medan.

Pemerintah hadir tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga membentuk manusia Medan yang beriman, berakhlak, dan berdaya.
“Pembangunan yang kehilangan nilai agama akan rapuh.

Sebaliknya, iman yang berpadu dengan kerja nyata akan melahirkan kota yang kokoh dan bermartabat,” disampaikan Sekda Wiriya Alrahman.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari gedung tinggi dan jalan lebar, melainkan dari kualitas sumber daya manusia—yang berintegritas, sehat, produktif, serta memiliki kepedulian sosial.
Sekda juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif menjaga fasilitas publik, merawat lingkungan, serta menjauhi narkoba dan judi online yang dinilai merusak sendi keluarga dan masa depan generasi.

Para kepala keluarga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan ketahanan rumah tangga, sementara para ibu ditegaskan sebagai madrasah pertama yang menentukan arah moral anak-anaknya.

Kepada alim ulama dan tokoh masyarakat, Pemerintah Kota Medan berharap nilai keimanan, tawakal, dan semangat ikhtiar terus disuarakan di tengah umat. Sementara generasi muda didorong agar tidak menyia-nyiakan masa mudanya, tetapi mengisinya dengan ilmu, karya, dan kontribusi nyata bagi kota.

Menutup sambutan, Wiriya Alrahman menegaskan bahwa Pemko Medan akan terus berjalan bersama ulama dan masyarakat, memohon ridho Allah SWT agar Medan tumbuh sebagai kota yang aman, damai, makmur, dan berkelanjutan.

WALI KOTA MEDAN, RICO WAAS:

“Kota yang besar bukan hanya dibangun oleh anggaran, tetapi oleh iman dan kepedulian warganya.”

“Medan harus tumbuh sebagai kota yang maju, tetapi tetap beradab dan berjiwa.”

“Menjaga kota dimulai dari menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.”

“Narkoba dan judi online adalah musuh masa depan; kita lawan dengan iman dan kesadaran bersama.”

“Dari rumah yang penuh nilai akan lahir generasi Medan yang tangguh dan berkarakter.”

“Sinergi pemerintah, ulama, dan masyarakat adalah kunci Medan yang bertuah dan diberkahi.”
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini