KUALITAS UDARA MEDAN MEMBURUK, KETUA DPRD MEDAN DRS WONG CHUN SEN MPdB IMBAU WARGA KURANGI AKTIVITAS LUAR RUMAH DAN GUNAKAN MASKER

0
12

Medan, LINI NEWS – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Medan akibat polusi dan kabut asap. Warga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat dari risiko paparan partikulat halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan.
PM2.5 Capai 116,3 µg/m³,

Lampaui Ambang Batas Berdasarkan data pemantauan yang disampaikan, konsentrasi PM2.5 di Kota Medan mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) sejak Rabu (14/10/2026).

Angka tersebut melampaui nilai baku mutu harian PM2.5 sebesar 55 µg/m³ sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat menembus bagian dalam sistem pernapasan.

Paparan polutan tersebut berpotensi memicu iritasi, memperburuk penyakit pernapasan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Wong Chun Sen menegaskan, masyarakat tidak boleh menganggap kondisi udara yang memburuk sebagai persoalan sepele.

Pencegahan sejak dini diperlukan agar dampak polusi tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas.

“Dampak kebakaran tersebut turut memengaruhi kualitas udara di Kota Medan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan untuk sementara mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujar Wong, Kamis (15/10/2026).

Karhutla Jadi Perhatian, Warga Diminta Waspada
Memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan menjadi perhatian, terutama di tengah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah.
Kabut asap yang terbawa pergerakan udara dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah lain.

Namun, untuk memastikan sumber dan tingkat kontribusi asap terhadap kondisi udara di Medan, diperlukan data pemantauan lingkungan yang terverifikasi.

Wong mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan dengan mengurangi kegiatan yang tidak mendesak di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk.

Ia juga mengimbau warga untuk menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, serta menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggal.
Menurutnya, kewaspadaan bersama sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengurangi risiko paparan polusi, khususnya selama kondisi udara belum kembali membaik.

Dinkes Medan: Anak-anak dan Lansia Lebih Rentan

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya, menjelaskan bahwa konsentrasi PM2.5 sebesar 116,3 µg/m³ telah melampaui nilai baku mutu harian yang tercantum dalam ketentuan nasional.

Ia menerangkan, partikel PM2.5 memiliki ukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.

Paparan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan maupun penyakit kronis lainnya.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi:

Anak-anak, karena sistem pernapasan mereka masih berkembang.
Lanjut usia, yang lebih rentan mengalami komplikasi kesehatan.
Ibu hamil, yang perlu mengurangi paparan polusi demi menjaga kesehatan.
Penderita asma dan maupun penyakit kronis lainnya.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi:

Anak-anak,
Penderita asma dan penyakit paru-paru, karena polusi dapat memperburuk gejala.

Masyarakat dengan penyakit jantung atau kondisi kronis lainnya, yang berisiko mengalami gangguan ketika terpapar polutan.

“Sejumlah wilayah lain di Sumatera Utara juga mengalami kondisi kualitas udara sedang hingga tidak sehat, dengan beberapa daerah masih diselimuti kabut asap,” ungkap Surya.

Warga Diminta Tidak Abaikan Gejala Gangguan Pernapasan
Pemerintah Kota Medan mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi udara.

Langkah tersebut meliputi membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai—seperti respirator KN95 atau N95 bila tersedia dan terpasang dengan baik—serta menutup pintu dan jendela ketika udara di luar sedang tercemar. Jika memungkinkan, masyarakat dapat menggunakan penyaring udara di dalam ruangan.

Warga juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, mata perih, atau keluhan lain yang semakin memburuk. Sesak napas berat maupun nyeri dada yang serius memerlukan pertolongan darurat.

Di tengah kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara secara berkala dan penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat menjadi penting agar warga dapat menentukan langkah perlindungan yang tepat.

Pesan Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen jelas: kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas.

Kewaspadaan, pencegahan, dan kepedulian bersama diperlukan untuk meminimalkan dampak polusi udara terhadap warga Kota Medan darurat.

Di tengah kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara secara berkala dan penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat menjadi penting agar warga dapat menentukan langkah perlindungan yang tepat.

Pesan Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen jelas:

Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas Kewaspadaan, pencegahan, dan kepedulian bersama diperlukan untuk meminimalkan dampak polusi udara terhadap warga Kota Medan.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini