Medan, LINI NEWS – Anggota DPRD Kota Medan, Janses Simbolon, mengajak kader Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Medan Labuhan untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila, menurutnya, tidak cukup hanya dipahami sebagai ideologi negara, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, toleransi, persatuan, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Janses saat menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diikuti seratusan kader PP Kecamatan Medan Labuhan.
Kegiatan berlangsung di halaman salah satu sekolah dasar di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu sore, 9 Agustus 2026.
Pancasila Menjadi Penyaring Informasi
Janses Simbolon menegaskan, di tengah perkembangan informasi dan komunikasi yang semakin cepat, masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring berbagai informasi yang diterima.
Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.
“Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai penyaring informasi, perisai moral dalam bertindak di tengah-tengah masyarakat, dan mewujudkan wawasan kebangsaan dengan sikap selalu menghargai, toleransi dan komitmen bersama untuk memajukan daerah dan negara Indonesia,” ujar Janses Simbolon.
Menurutnya, kader organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat agar tetap harmonis. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus diperkuat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
Wawasan Kebangsaan Perkuat Persatuan

Janses menjelaskan, Indonesia merupakan anugerah luar biasa yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa dan latar belakang sosial. Keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling mempertentangkan satu sama lain.
Indonesia dapat tetap berdiri sebagai satu bangsa karena memiliki wawasan kebangsaan, yaitu cara pandang terhadap Tanah Air yang menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas perbedaan serta kepentingan pribadi maupun golongan.
Namun, kata Janses, wawasan kebangsaan membutuhkan arah dan pedoman.
Karena itu, Pancasila hadir sebagai ideologi negara sekaligus pandangan hidup bangsa yang menjadi dasar dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pemuda Punya Peran Menjaga NKRI
Sementara itu, narasumber kegiatan, Abon Sidauruk, menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan harus mampu menumbuhkan semangat kekeluargaan dan persatuan.
Menurutnya, kepentingan bersama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Dengan demikian, masyarakat dapat bersama-sama berkontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menekankan pentingnya generasi muda memahami nilai-nilai kebangsaan sehingga tidak mudah terpengaruh berbagai paham maupun informasi yang berpotensi merusak persatuan.
Kegiatan pembinaan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman para kader PP Kecamatan Medan Labuhan mengenai pentingnya Pancasila, wawasan kebangsaan, toleransi dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada akhir kegiatan, pihak penyelenggara juga memberikan souvenir kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembinaan tersebut.
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi kompas moral dalam setiap langkah kehidupan bangsa.”
“Wawasan kebangsaan mengajarkan kita berbeda dalam warna, tetapi satu dalam tujuan: Indonesia.”
“Ketika Pancasila membumi dalam perilaku, persatuan tidak hanya menjadi semboyan, tetapi menjadi kekuatan.”
“Pemuda yang mencintai Pancasila adalah pemuda yang menjaga persatuan di tengah keberagaman.”
“Saring informasi dengan akal sehat, ukur tindakan dengan nilai Pancasila, dan jaga persaudaraan sesama anak bangsa.”
“Kepentingan bangsa harus lebih tinggi daripada kepentingan pribadi maupun golongan.”
“NKRI akan kokoh apabila Pancasila hidup dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan rakyatnya.”
(Nurlince Hutabarat)




