Jangan Pesta di Atas Air Mata: Dr. Lily MBA MH Serukan Imlek Sederhana, Dana Kembang Api Dialihkan untuk Korban Banjir Sumut

0
15

Medan, LINI NEWS – Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Lily MBA MH, menyerukan kepada seluruh warga Tionghoa dan masyarakat Kota Medan agar merayakan Tahun Baru Imlek 2026 secara sederhana dan penuh empati, tanpa gemerlap pesta kembang api. Seruan ini disampaikan sebagai bentuk solidaritas terhadap ribuan korban banjir bandang yang masih berjuang bangkit dari duka dan kehilangan di berbagai wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, bencana alam yang terjadi pada akhir November 2026 telah meninggalkan luka mendalam.

Ratusan nyawa melayang, ribuan rumah dan fasilitas umum hancur, serta ribuan warga terpaksa mengungsi dan kehilangan sumber penghidupan.
Luka yang Masih Terbuka
Sebagai anggota Komisi II DPRD Medan, Lily menyampaikan bahwa hingga kini dampak banjir bandang masih sangat terasa.

Di sejumlah wilayah, infrastruktur rusak parah dan akses warga masih terisolasi. Ladang dan lahan pencaharian warga rusak, membuat kebutuhan pangan menjadi persoalan mendesak.
“Mereka bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan harapan. Luka ini bukan sekadar fisik, tapi juga batin,” ujar Lily kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Trauma, Duka, dan Kebutuhan Mendesak
Menurut Lily, selain bantuan logistik, para korban sangat membutuhkan pendampingan psikologis, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga atau masih mencari sanak saudara yang hilang.

Kebutuhan mendesak yang masih sangat diperlukan meliputi:

Bahan pangan

Air bersih

Pakaian layak

Perlengkapan pendidikan bagi anak-anak korban bencana

Seruan Moral untuk Warga Kota Medan

Lily mengajak masyarakat yang akan merayakan Imlek untuk tidak larut dalam euforia pesta, khususnya kembang api dan perayaan mewah, sementara saudara-saudara mereka di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Aceh, Sumatera Barat, dan sejumlah kecamatan di Kota Medan masih berada dalam suasana duka.
“Jangan kita berpesta di atas air mata saudara kita,” tegasnya.

Apa Kata Dr. Lily untuk Imlek Berempati:

“Cahaya sejati bukan dari kembang api, tetapi dari hati yang mau berbagi.”

“Kemewahan terbesar adalah saat kita menguatkan yang sedang terjatuh.”

“Satu paket sembako lebih bermakna daripada seribu letupan pesta.”

“Di tengah duka, solidaritas adalah doa paling lantang.”

“Imlek bukan tentang gemerlap, tapi tentang kemanusiaan.”

“Tangan yang memberi lebih bercahaya daripada langit yang berkilau.”

“Mari jadikan empati sebagai tradisi, bukan sekadar perayaan.”

Ajakan Mengalihkan Dana Pesta
Lily secara terbuka mengimbau agar dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dan pesta perayaan dialihkan untuk membantu korban bencana.

“Biarlah uang itu kita gunakan untuk membeli sembako, air bersih, pakaian, dan kebutuhan sekolah.

Mari kita kirimkan harapan, bukan hanya suara letupan di langit,” tutup Lily dengan nada haru. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini