Medan, LINI NEWS – Partangiangan Bona Taon Pinompar Raja Simorangkir Sektor Sekip Silalas Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh makna di kediaman Ir. Juliski Simorangkir, MM/Br. Manurung (Bapak Yohana), Minggu (1/2/2026).
Kegiatan rohani ini tidak hanya menjadi agenda tahunan keluarga besar Simorangkir, tetapi juga ruang pemersatu lintas generasi dalam meneguhkan iman, nilai, dan martabat kebersamaan.
Apresiasi khusus disampaikan oleh Direktur PT Metro Khatulistiwa Indonesia sekaligus Wakil Pemimpin Redaksi Media Online Lininews.com, Salomo Janfrico Simorangkir, S.S, yang menilai kegiatan tersebut sebagai contoh nyata bagaimana tradisi, iman, dan tanggung jawab sosial dapat berjalan seiring dalam satu ikatan marga.
“Partangiangan Bona Taon ini dihadiri orang tua/Ibu Salomo yakni sebagai Pimpinan Umum Lini News.Com Ny G Simorangkir Nurlince Huabarat S.Pd menyebutkan,
“Bukan hanya ritual rohani, tetapi pernyataan sikap keluarga besar Simarangkir untuk tetap berdiri dalam hukum, kebenaran, etika, dan persaudaraan di tengah tantangan zaman,” ujar Nurlince saat menyampaikan pesannya di acara Bona Taon.
Ibadah dan Renungan: Fondasi Iman Memasuki Tahun Baru
Ibadah dipimpin oleh Pdt. TAP Simarangkir, MM, dosen Universitas HKBP Nommensen Medan. Firman Tuhan diambil dari Mazmur 128:1:
“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.”
Dalam khotbahnya, Pdt. TAP Simarangkir menekankan bahwa “takut akan Tuhan” bukan jaminan kemewahan materi, melainkan jaminan pemeliharaan martabat hidup. Orang yang hidup di jalan Tuhan, tegasnya, mungkin tidak selalu berlimpah harta, tetapi tidak akan dibiarkan kehilangan nilai, arah, dan harga diri.
Renungan tersebut diperkaya dengan refleksi dari Mazmur 37:25, yang menegaskan bahwa Tuhan tidak meninggalkan orang benar hingga hidup dalam kehinaan dan ketergantungan yang memalukan.

Peran Tuan Rumah: Menjaga Api Persaudaraan
Sebagai penasihat sekaligus tuan rumah, Ir. Juliski Simarangkir, MM menegaskan pentingnya menjaga kekuatan kebersamaan Pinompar Raja Simorangkir sebagai benteng iman dan nilai di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh boru, paniaran, dan ama untuk menjadikan keluarga besar Simorangkir sebagai ruang pendidikan karakter, tempat kejujuran, kerja keras, dan kasih persaudaraan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Susunan dan Rangkaian Acara
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, meliputi:
Pra-Ibadah – Dipimpin dua song leader
Ibadah dan Khotbah – Pdt. TAP Simarangkir, MM
Doa Syafaat – Diwakili perwakilan ibu Pinompar Raja Simorangkir
Ny Simorangkir Br Pasaribu
Sambutan – Perwakilan Ketua, Boru, Paniaran, dan Ama
Doa dan Pesan Tuan Rumah – Ir. Juliski Simarangkir, MM
Makan Siang Bersama dan Hiburan Keluarga
Pemberian Tanda Terima Kasih kepada Pengkhotbah
Doa Penutup – Pdt. TAP Simarangkir, MM
Apresiasi Media dan Perspektif Sosial
Salomo Janfrico Simarangkir menilai kegiatan ini memiliki nilai sosial dan kultural yang kuat untuk diangkat ke ruang publik.
Menurutnya, Bona Taon tidak hanya mempererat ikatan keluarga, tetapi juga menjadi contoh bagaimana komunitas lokal dapat menjaga harmoni, etika, dan solidaritas sosial di tengah arus modernisasi.
“Ketika keluarga kuat dalam nilai, masyarakat akan kuat dalam karakter. Inilah pesan sosial yang patut disebarkan dari Sekip Silalas ke ruang publik yang lebih luas,” tegasnya.
Pesan Kebersamaan Pinompar Raja Simorangkir 2026
“Iman adalah akar, persaudaraan adalah batang, dan martabat adalah buah keluarga Simorangkir.”
“Di bawah satu doa, kami berdiri sebagai keluarga; di atas satu nilai, kami melangkah sebagai marga.”
“Rumah Ir. Juliski Simarangkir bukan sekadar tempat, tetapi altar kebersamaan.”
“Takut akan Tuhan adalah cara kami menjaga nama baik marga di tengah dunia.”
“Persatuan bukan lahir dari kesamaan suara, tetapi dari kesetiaan pada kebenaran.”
“Pinompar Raja Simorangkir adalah warisan iman yang berjalan dari generasi ke generasi.”
“Kami tidak mewariskan harta terlebih dahulu, kami mewariskan nilai.”
“Di Sekip Silalas, doa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan.”
“Keluarga yang kuat adalah masyarakat yang sedang dibangun.”
“Martabat dijaga ketika kebenaran dipeluk, bukan dijual.”
“Kami berdiri bukan karena besar, tetapi karena bersama.”
“Persaudaraan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri zaman.”
“Takut akan Tuhan adalah kompas di tengah kabut dunia.”
“Kami melangkah pelan, tetapi kami melangkah bersama.”
“Nilai adalah rumah yang tidak pernah runtuh.”
“Doa hari ini adalah karakter generasi esok.”
“Kebersamaan adalah bahasa iman yang paling jujur.”
“Kami tidak hanya menjaga nama marga, kami menjaga maknanya.”
“Dari meja makan lahir persatuan, dari altar doa lahir keteguhan.”
“Simorangkir hari ini adalah janji bagi Simorangkir masa depan.”
Partangiangan Bona Taon Pinompar Raja Simorangkir Sekip Silalas 2026 menegaskan bahwa tradisi rohani dan ikatan kekerabatan tetap menjadi pilar utama pembentukan karakter keluarga besar Simorangkir.
Dengan dukungan tokoh keluarga dan apresiasi dari kalangan media seperti Salomo Janfrico Simarangkir, S.S, kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi komunitas marga lain dalam merawat iman, persatuan, dan tanggung jawab sosial di tengah perubahan zaman.
(Faysal Saragih)




