Antisipasi Ancaman Drone, Brimob Sumut Bekali Personel Teknologi Counter UAV

0
39

Cikeas, LINI NEWS – Di tengah langit yang kian dipenuhi mata-mata elektronik bernama drone, Korps Brimob Polri melangkah tegap membentengi kedaulatan keamanan nasional. Melalui pelatihan dan pembekalan teknologi Counter Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Brimob menegaskan satu pesan kuat: teknologi harus dijinakkan demi melindungi rakyat dan negara.

Penguatan Kesiapsiagaan di Era Ancaman Udara Modern

Kegiatan pelatihan Counter UAV sekaligus pembagian peralatan Skyfend ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026, bertempat di Hanggar Squad Drone Korbrimob Polri, Satuan Latihan Brimob Cikeas. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional Korps Brimob Polri dalam merespons eskalasi ancaman berbasis teknologi udara tanpa awak.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan personel dari berbagai satuan Brimob se-Indonesia. Dari jajaran Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, hadir dua personel terpilih, yakni Brigadir Raymond HN dan Bharada M. Widodo, yang dipercaya menjadi duta teknologi untuk membawa ilmu dan keterampilan ini kembali ke satuan asal.

Arahan Pimpinan: Teknologi sebagai Tameng Pengabdian

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi Korbrimob Polri, KBP Hendrik Budhi Prasetyo, S.I.K., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi sekadar keunggulan, melainkan sebuah kewajiban moral dan profesional bagi setiap insan Bhayangkara.

“Di era modern, medan tugas tidak hanya berada di darat, tetapi juga di udara. Setiap personel Brimob harus mampu membaca, mendeteksi, dan menetralisir ancaman yang datang dari langit,” tegasnya.

Materi Teknis dan Simulasi Lapangan

Selama pelatihan, para instruktur memberikan pembekalan mendalam mengenai:

Pengenalan sistem Counter UAV Skyfend dan Skyhawk

Teknik deteksi dan identifikasi drone ilegal

Prosedur penetralan ancaman udara

Perawatan dan pemeliharaan alat sesuai standar operasional

Para peserta tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi juga menjalani simulasi lapangan. Setiap unit peralatan diperiksa secara menyeluruh, mulai dari fungsi perangkat lunak, daya jangkau sistem, hingga ketahanan alat dalam berbagai skenario operasional.

Penanaman Etos Tanggung Jawab Teknologi

Pelatihan ini tidak semata membentuk kecakapan teknis, tetapi juga menanamkan etos tanggung jawab. Setiap personel diingatkan bahwa alat canggih adalah amanah negara yang harus dirawat, dijaga, dan digunakan secara profesional.

Ilmu yang diperoleh diwajibkan untuk disebarluaskan di satuan masing-masing, agar kemampuan Counter UAV tidak berhenti pada individu, tetapi tumbuh menjadi kekuatan kolektif institusi. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini